top of page

Doa Rosario Selama Satu Bulan Diharapkan Menjadi Teladan dan Kesucian Terhadap Allah

Diperbarui: 3 Nov 2023

NTT-analisapost.com | Umat Katolik di Desa Mautenda, Dusun Aegana mengikuti misa Penutupan Bulan Maria (Rosario) di Stasi St Simon Petrus Aegana Bertempat di Rumah Adat (Sa'o Ria Tenda Bewa) Senin malam (30/10/23) pada pukul 19.15 Wita.

Umat Katolik di Desa Mautenda, Dusun Aegana mengikuti misa Penutupan Bulan Maria (Rosario)
Umat Katolik di Desa Mautenda, Dusun Aegana mengikuti misa Penutupan Bulan Maria (Rosario) (Foto: James)

Perayaan ekaristi tersebut dipimpin oleh Romo RD Aleksander T.Magnus yang diawali dengan upacara prosesi Perarakan Patung Bunda Maria dari Kub Santa Maria Dilourdes yang langsung diterima oleh Kelompok Orang Mudah Katolik (OMK ) Stasi St Simon Petrus Aegana, Pastoran Atau Kuasi St ludgerus Tanali, Kegiatan misa penutupan bulan Maria berlangsung dihalaman Rumah Adat.


Dalam Khotbahnya, RD Magnus Rosi mengajak umat Katolik meyakini doa Rosario dan beriman terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan penyempurnaan ibadah bagi umat Katolik. Santa Maria merupakan ibunda Yesus Kristus menjadi teladan bagi umat Katolik dan atas kesucian serta ketaqwaannya terhadap Allah.


Santa Maria menjadi teladan dalam cinta kasih sesam. Dengan tekun berbagi kegembiraan, bersyukur atas segala rahmat dan sangup menghadapi tantangan hidup serta rendah hati. Persahabatan, kepercayaan dan penerimaan hendaknya menjadi pegangan dalam melaksanakan mewujudkan kasih.


RD Magnus menambahkan dalam kotbahnya, "Ia selalu ada untuk anak-anaknya. Maria menyadari bahwa ia bukanlah pusat dari seluruh ziarah hidup kita, orang beriman Yesus Kristus putranya, ialah menjadi pusat dari ziarah hidup kita. Bunda Maria hadir di tengah-tengah kita, berjalan bersama kita, berdoa bersama dengan kita membawa kita untuk datang kepada Yesus,"paparnya.


"Sanak saudara ku yang terkasih bertolak dari kedua bacaan kitab suci pada malam hari ini, kita diajak oleh bunda Maria yang pertama, bahwa dalam hidup ini hendaknya kita harus bisa memilih dan menentukan antara hidup menurut daging dan roh. Bunda Maria memberikan dirinya sebagai contoh seorang manusia yang hidup menurut roh Tuhan, ketika ia berjumpa dengan malekat Gabriel Maria menerima kabar gembira dan roh Tuhan atas dia, Tuhan kepada dia dan berkat Tuhanlah Maria mengandung Yesus Kristus tanpa melalui hal-hal Biologis. Inilah karya roh dan dalam bimbingan roh Kuduslah Maria hidup sebagai pribadi yang bersahaja, bersih, setia, selalu suka cita kepada semua orang ia jumpai," ungkapnya.


Lanjut disampaikan, Maria menjadi sosok dari antara kita manusia tulus suka cita menurut roh Tuhan, karena itu kita sekalian di ajak. Hay putra putri Maria tinggalkan segala bentuk kehidupan daging dan marilah hidup menurut roh Tuhan.


"Hidup dalam roh tuhan mengajak kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama kita, selalu sabar menghadapi setiap masalah hidup kita, selalu mau memberikan tangannya untuk menolong sesama yang jatuh, selalu sama mau mengunjungi terutama terhadap orang-orang sakit, orang-orang susah, orang Jompo harus diberikan Perhatian. Sebagai putra putri Maria kita juga di ajak hidup dalam kasih tuhan, hidup saling mengampuni satu sama yang lain", kalau salah berikan minta maaf, kalau benar maafkan yang bersalah,"ujarnya.


Semantara itu Romo RD Aleksander T. Magnus (RD Magnus Rosi) melanjutkan dalam kotbahnya kepada seluruh umat Hadir di Stasi St Simon Petrus Aegana. Bunda Maria mengajak kita tekun dalam berdoa, tekun dalam membaca kitab suci, tekun dalam mewujudkan iman kita intinya segala yang baik sebagai buah roh Kudus yang turun saat kita di baptis itu harus kita hidupi, sedangkan segala yang buruk kita tahu itu buruk maka Tinggalkan, jangan kita-kita mencari alasan untuk membenarkan segala yang buruk itu untuk mentolerir segala yang buruk itu terhadap semua yang buruk itu kita harus berani mengatakan " TIDAK ".


Kita sudah mendengar Injil Lukas tadi, Yesus mengkritik orang-orang yang mengecam perbuatan baiknya dia bilang apa, "hay orang-orang munafik kita juga mengampuni, kalau melihat orang lain berbuat baik, orang bahagia, orang berhasil kita merasa iri. Apa untungnya dengan Iri hati dan ketika kita merasa dengan orang lain, sesungguhnya pada saat itu juga kita mengakui bahwa orang lain sudah merasa lebih baik dari kita, lebih maju dari kita dan kita akan tetap tinggal di belakang dan inilah Buah - buah daging yang sering terjangkol dalam diri kita ", Tutur Romo RD magnus.


"Maka saya harapkan kepada semua umat Stasi St Simon Petrus Aegana melalui bunda Maria yang telah menemani kita berdoa tiap malam di bulan Oktober ini tanda dengan tubuh Kristus supaya kita bisa di hantar ke hadapannya Yesus Kristus sang juru selamat, Yesus mau supaya kita datang kepadanya dengan hati yang penuh kasih bersih, karena itu marilah kita belajar sesosok ibu kita Bunda Maria, marilah kita belajar sesosok Yesus Kristus yang sungguh - sungguh hidup menurut Roh Kudus, Roh Tuhan dan hidup melaksanakan kehendakkan tuhan, setiap orang yang setia kepada Tuhan yang juga setia' percaya kepada Tuhan yakinlah bahwa hidupnya akan selalu di berkati Tuhan", jelasnya.


Pada kesempatan yang sama Ketua Stasi St Simon Petrus Aegana Bapak Antonius Jata menyatakan, dengan melakukan doa Rosario selama satu bulan di bulan Oktober diharapkan semoga menjadi perantara doa-doa kita terkabulkan hingga kedamaian keluarga dan umat manusia pada umumnya bisa terwujud.


Selama bulan Rosario kegiatan ibadah lingkungan KUB - KUB dilakukan umat Katolik menyelenggarakan ibadah Doa Rosario dilakukan setiap malam. Selain melakukan doa Rosario juga renungan dan ibadah sabda Berjalan sesuai apa yang di sepakati bersama pengurus Stasi, lingkungan, kub di Kapela pada berapa Minggu yang lalu.


"Saya sangat berterimakasih kepada para tua Adat ( Ebe ame-Ame mosa laki ) turut hadir, yang sudah mendukung melancarkan Proses Perarakan bunda Maria dari Kapela Stasi untuk berkunjung kesetiap Kub dan juga saya ucapkan terima kasih kepada semua para pengurus Stasi Berserta Saksi - saksinya, mama - mama legio ,Orang mudah Katolik ( OMK), Ketua - ketua lingkungan dan ketua KUB berserta pengurusnya, yang saya kasihi dan saya banggakan Berserta umat-nya,"tutupnya mengakhiri (Wilfridus Lera Nere)

341 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page