Dua Orang Pasien Mandiri Dari Surabaya Jadi Pasien Pertama RSDLB

BANGKALAN - analisapost.com | Jumat 11 Februari 2022 Relawan Pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (PPKPC-RSDLB) kembali merilis perkembangan terkini RSDL Bangkalan.

Seperti diketahui, tindaklanjut dari kunjungan Gubernur Jawa Timur ke RSDLB pada hari minggu kemarin, maka pada Rabu, 9 Februari 2022 bertempat di halaman Gedung Pusat Informasi BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) yang sekarang difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur (RSDLB/RI-OTG Jatim) dilaksanakan prosesi Reaktivasi Rumah Sakit Darurat Lapangan.


Acara dipimpin oleh Drs. Sriyono, M.M., M.Si., Kabid Pencegahan atau Kesiapsiagaan BPBD Jatim,yang dalamstruktur RSDLB menjabat sebagai Koordinator Pelayanan Penunjang Umum RSDLB. Sriyono menyampaikan tentang apa yang sudah disiapkan oleh RSDLB sesuai dengan arahan dari Ibu Gubernur jatim, dan hingga saat ini RSDLB sudah siap untuk menerima pasien.


Sebelum acara reaktivasi RSDLB, Ketua Pelaksanan/Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa memberikan sambutan. Bertindak mewakili Ibu Khofifah Indar Parawansa, yang belum bisa hadir karena harus mendampingi Wapres menjalankan kunjungan kerja di JawaTimur, Budi menyampaikan bahwa untuk saat ini para penderita yang bergejala ringan dan OTG sebaiknya tidak perlu ke rumah sakit, tetapi cukup isolasimandiri (isoman).


Kalau lingkungannya memenuhi syarat. Kalau tidak, maka bisa menjalani isolasi terpusat (isoter) pada lokasi yang sudah disiapkan ataupun rumah sakit lapangan yang sudah di reaktivasi.


Termasuk saat ini RSDL Bangkalan yang sudah hibernasi sejak terakhir merawat pasien pada 30 September 2021 kemarin. Reaktivasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dan antisipasi perkembangan covid-19 saat ini yang semakin merebak dan dengan kecepatan yang luar biasa dampak dari varian omicron.


“Kami ucapkan selamat bekerja dengan keras untuk kepentingan masyarakat, kita juga berharapdan berdoa agar yang merawat juga sehat semua. Ini terpaan atau cobaan dunia, globalisasi. Semua Nakes, relawan, BPBD, TNI, Polri harus terus bersinergi dan melakukan percepatan dan kecepatan dalam penangan covid-19. Semua bisa diupayakan dengan baik, dan dengan kebersamaan kita semua (pentahelik) dan dengan doa kita semua, pasti teratasi dengan baik.” harap Budi.


“Kepada kawan-kawan semua, tempat ini kita rawat, komunikasi dengan pasien, dengan yang lain harus humanis. Faktor komunikasi sangatlah penting. Komunikasi kita, mengorangkan orang, humanis, empati, dan simpati saya yakin pelayanan kita menjadi lebih baik.” Pungkas Kalaksa BPBD.


Radian Jadid Ketua Relawan Pendamping PPKPC-RSDLB menjelaskan bahwa setelah diaktivasi, RSDLB mulai menerima pasien yang sebelumnya sudah mendaftarakan diri melalui Call Center RSDLB di 081332434363. Pada Kamis, 10 Februari 2022 sudah masuk pasien perdana yang berasal dari pasien madiri dari Surabaya, sejumlah dua orang yakni satu pasien laki-laki dan 1 pasien perempuan.


Sedangkan pada Jumat pukul 13.30 WIB masuk kembali 1 pasien perempuan. Dengan demikian, saat ini RSDLB sudah merawat tiga pasien, sedangkan beberpa lainnya sudah mendaftarakan di admin RSDLB (inden) hanya menunggu teknis masuknya.


“Sesuai arahan Kepala RSDLB, Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, semuanya berjalan dinamis, RSDLB siap menerima pasien untuk isoter dari seluruh Jatim dengan kategori OTG dan ringan, berusia dibawah 60 tahun dan mandiri. Saat ini kapasitas RSDLB 380 bed (tempat tidur pasien), dan bisa di upgrade hingga 500 tempat tidur apabila terjadi kejadian luar biasa yang memerlukan tambahan tempat perawatan.” pungkas Jadid (Dna/RJ)

1.409 tampilan0 komentar