Enam Peselancar Tunarungu Taklukkan Ombak di Kartini Go Surf Pantai Kuta
- analisapost

- 9 menit yang lalu
- 2 menit membaca
BADUNG - analisapost.com | Enam peselancar tunarungu dari Yayasan Corti Bali menunjukkan kemampuan mereka menaklukkan ombak di Pantai Kuta, Bali, dalam ajang Kartini Go Surf 2026 yang digelar pada Minggu (19/4).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan Hari Kartini, tetapi juga menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk berkembang di dunia olahraga selancar.
Aksi keenam peselancar yang tergabung dalam Team CORTI Deaf Surfers tersebut menarik perhatian publik. Mereka tampil bersama puluhan peselancar perempuan lainnya, menegaskan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi di ruang publik.
Enam peselancar tersebut masing-masing adalah Ayu Intan Melisa Maharani, Ni Komang Namira Dharma Yanti, Putu Indah Cahyani Dewi, Komang Ayu Krishna Kirana, Cecilia Astrid, dan Maria Fatima Seran. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat semangat emansipasi dan kesetaraan, sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan RA. Kartini.
Ketua Yayasan Corti Bali, I Gusti Agung Ayu Mirah Maheswari, menyampaikan bahwa partisipasi para peselancar tunarungu dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.
āAjang ini menjadi ruang belajar sekaligus pembuktian bahwa teman-teman tunarungu memiliki potensi besar untuk berkembang, bahkan menuju level profesional di bidang selancar,ā ujarnya kepada tim AnalisaPost saat di temui usai kegiatan.
Menurutnya, keikutsertaan peselancar tuli merupakan bentuk nyata emansipasi modern.
Tidak hanya menembus batas fisik, tetapi juga mematahkan stigma sosial terhadap perempuan.
"Kesetaraan bukan soal belas kasihan, tetapi tentang akses dan kesempatan. Hari ini kita melihat itu benar-benar terjadi. Saat berada di air, mereka seperti dalam kondisi meditasi sehingga dapat lebih fokus tanpa gangguan,ā tegasnya.
Mirah menambahkan, kegiatan seperti Kartini Go Surf juga membuka peluang lebih luas bagi atlet disabilitas untuk mendapatkan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas olahraga dan industri pariwisata.
Salah satu peserta, melalui penerjemah bahasa isyarat, mengungkapkan rasa bangga dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman berselancar di ajang ini memberikan motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
āKami ingin menunjukkan bahwa kami mampu dan layak mendapatkan kesempatan yang sama,ā ujar.Putu Indah Cahyani Dewi.
Kartini Go Surf yang diikuti oleh peselancar perempuan dari berbagai latar belakang ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung inklusivitas.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kesetaraan akses bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, dalam mengembangkan potensi diri di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, semangat perjuangan Kartini dihadirkan kembali dalam konteks kekinian mendorong kesetaraan, keberanian, dan inklusi di berbagai bidang kehidupan.(Utm)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar