top of page

Film Teman Tegar Maira, Jaga Hutan Adat Papua dari Pembalakan Liar

SURABAYA - analisapost.com | Film musikal anak Teman Tegar Maira: Whisper from Papua hadir sebagai tontonan edukatif yang mengajak penonton memahami pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya hutan Papua. Film garapan sutradara Anggi Frisca ini mengemas pesan krisis iklim dan ancaman deforestasi melalui kisah petualangan anak-anak yang ringan, emosional, dan penuh musik.

Elisabeth Sisauta Pemeran Maira (Foto: Div)
Elisabeth Sisauta Pemeran Maira (Foto: Div)

Anggi Frisca menegaskan bahwa film ini lahir dari kegelisahan atas berbagai bencana alam yang belakangan kerap terjadi, mulai dari longsor hingga banjir bandang. Menurutnya, bencana tersebut tidak terlepas dari keserakahan manusia terhadap alam.


“Pada hakikatnya manusia sangat bergantung pada alam. Ketika bencana terjadi, yang menyelamatkan kita bukan uang,” ujar Anggi kepada awak media AnalisaPost.


Proses syuting film ini memakan waktu sekitar dua bulan dan dilakukan di Papua, dengan riset yang telah berjalan sejak dua tahun sebelum produksi. Anggi menyebut, eksplorasi lokasi dilakukan jauh sebelum fenomena kerusakan lingkungan menjadi sorotan luas seperti sekarang.


"Kami ingin film ini bisa diterima masyarakat. Kendala syuting tidak terlalu besar karena sebagian besar pemeran berasal dari Papua. Mereka sudah memiliki darah seni, sehingga proses adaptasi relatif cepat, meski tetap melalui pelatihan intensif selama tiga bulan,” jelasnya.


Ia berharap film ini dapat membuka tren baru dalam industri film Indonesia, sekaligus memperluas apresiasi publik terhadap wilayah yang jarang disorot, seperti Papua.


"Ini bukan tugas segelintir orang. Kita harus sama-sama berkontribusi menghadapi krisis iklim, dan film adalah cara menyampaikannya dengan ringan,” kata Anggi.


Anggi Frisca, yang menyebut dirinya sebagai “petani film”, menegaskan konsistensinya mengangkat isu anak, komunitas, dan sosial. Menurutnya, Teman Tegar Maira: Whisper from Papua merupakan bibit yang ditanam dari pengalaman panjang, kegelisahan, dan kecintaannya terhadap Indonesia.


"Film ini kami tanam sebagai benih, dengan harapan suatu hari nanti anak-anak tumbuh menjadi pengambil kebijakan yang lebih bijak terhadap alam,” tutupnya.

Anggi Frisca Sutradara Film Teman Tegar Maira: Whisper from Papua 
Anggi Frisca Sutradara Film Teman Tegar Maira: Whisper from Papua  (Foto: Div)

Pemilihan Papua sebagai latar utama bukan tanpa alasan. Bagi Anggi, Papua merupakan representasi paling kuat dalam menggambarkan hubungan manusia dengan alam. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Elisabeth Sisauta, pemeran Maira.


"Film ini bercerita tentang Papua. Sebagai anak Papua, kami harus berani dan percaya diri bahwa hutan kami masih ada dan harus dijaga. Jangan sampai hutan kami diambil orang luar. Anak-anak di seluruh Indonesia harus bergandengan tangan menyelamatkan hutan,” ujar Elisabeth.


Film ini berkisah tentang Maira, gadis 12 tahun yang tumbuh bersama lagu, dongeng, dan keindahan alam Papua. Baginya, hutan adalah rumah sekaligus warisan yang tak tergantikan. Pertemuannya dengan Tegar, bocah 11 tahun penyandang disabilitas asal Bandung, menjadi awal persahabatan lintas latar belakang yang mengubah cara pandang mereka tentang alam dan keberanian.


Awalnya, rasa ingin tahu terhadap burung cendrawasih membawa mereka berpetualang. Namun perjalanan tersebut berkembang menjadi upaya melindungi hutan adat yang terancam ekspansi dan pembalakan. Musik menjadi bahasa universal dalam film ini, menjembatani cerita, alam, dan emosi, terutama di tengah realitas sosial Papua yang beragam.


“Pohon itu seperti saudara, dan hewan adalah teman yang hidup berdampingan dengan masyarakat adat,” ucap nenek Maira, tetua adat Kampung Lobo, dalam salah satu adegan film.


Film berdurasi 97 menit ini merupakan sekuel sinematik dari Tegar (2022), yang sebelumnya sukses ditonton jutaan penonton, tayang di lebih dari 18 negara, dan meraih lebih dari 15 penghargaan internasional. Teman Tegar Maira: Whisper from Papua dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.


Diproduksi oleh rumah produksi Aksa Bumi Langit, film ini melibatkan komunitas lokal Kaimana, Papua Barat. Sekitar 70 persen kru dan mayoritas pemerannya merupakan anak muda Papua.

Adegan dalam film Teman Tegar Maira: Whisper from Papua menampilkan anak-anak Papua sebagai penjaga hutan dan pewaris nilai budaya
Adegan dalam film Teman Tegar Maira: Whisper from Papua menampilkan anak-anak Papua sebagai penjaga hutan dan pewaris nilai budaya (Foto: Div)

Film ini ditayangkan perdana di Tunjungan Plaza XXI, Surabaya, Kamis (29/1/2026), dan disaksikan lebih dari seribu penonton dari berbagai kalangan. Selama lebih dari 90 menit, penonton diajak menyaksikan keindahan alam Papua sekaligus ironi krisis iklim dan deforestasi yang terus terjadi.


"Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye, dan benih gerakan,” ujarnya.


Salah satu penonton, Charles, menilai film ini berhasil memperkenalkan kehidupan Papua yang alami, harmonis, dan penuh kebersamaan. Ia berharap film ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda dalam menjaga alam.


"Kalau alam sudah dirusak, bencana tidak hanya datang pada perusaknya, tapi juga pada kita semua,” katanya.(Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya