Founder CHINSA : Kami Tidak Minta Apa-Apa, Berharap Dapat Tempat Yang Layak

SURABAYA - analisapost.com | Dalam mendukung pelaksanaan mudik yang sehat, aman, bugar dan selamat, seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional akan berpartisipasi dengan menyelenggarakan Pelayanan di beberapa Posko Mudik.

Inilah Posko yang di berikan bagi Yayasan Chitra Sayang Anak untuk pelayanan reflesi (Foto: Div)

Hal ini dikarenakan sudah terlihat aktivitas mudik Lebaran yang sudah mulai terasa di beberapa wilayah terutama Jawa Timur.


Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 1.528 di 38 kabupaten.


Dengan mendirikan pos-pos kesehatan di sepanjang jalur tol, tempat rekreasi, terminal, pelabuhan, stasiun dan tempat umum lain bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.


Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan partisipasi beberapa organisasi untuk membantu Dinas Kesehatan seperti yang dilakukan oleh PERPARI (Perhimpunan Respirologi Indonesia). Berhubung Organisasi PERPARI tidak bisa, maka di sampaikan ke Yayasan Chitra Nusantara Sayang Anak (CHINSA)

Sesuai undangan yang disampaikan melalui whatsapp bahwa Dinas kesehatan membutuhkan tenaga untuk baksos di pos-pos ruang tunggu lebaran selama 5 hari. Undangan tersebut disambut baik oleh Yayasan Chitra Nusantara Sayang Anak (CHINSA) yang bergerak dibidang pengobatan Tradisional Chiness Medicine (TCM) seperti pengobatan akupuntur.


Melihat kegiatan baksos dibidang kesehatan jarang dilakukan, maka Yayasan CHINSA tergerak untuk membantu masyarakat agar mendapatkan kesehatan yang baik karena dimasa pandemi diharapkan imun tubuh harus di jaga.


Acara baksos mudik yang dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Perak, posko mudik diharapkan semua berjalan dengan lancar. Namun saat Yayasan CHINSA datang untuk konfirmasi, Vivin Komalia selaku Founder merasa kecewa.


"Kita datang berdasarkan undangan. Kami berharap kalau kita di undang, setidaknya kita di sediakan tempat. Masak dari kemarin saat kita tanya untuk poskonya, kami di lempar ke ruang tunggu sementara. Karena ngak ada tempat, akhirnya kita ke terminal cargo, dari terminal cargo di oper lagi kesini." ungkap Vivin.

"Kita sebenarnya mau membantu masyarakat. Waktu Dinas Kesehatan memberikan undangan ke organisasi banyak yang tidak bisa datang, jadi saat kami di minta tolong, akhirnya kami datang. Tapi ternyata kami tidak di orangkan menyedihkan banget. Dalam artian sesama orang, harus mengorangkanlah atau hargailah. Jangan dipikir ini kerja sosial, jadi kami tidak di orangkan. Tempat juga kami tidak diberikan yang layak." Ceritanya kepada awak media Analisa Post.


"Kami datang jauh-jauh dengan niat baik untuk membantu meskipun dengan dana sendiri, tanpa di bayar sepeserpun, kami datang. Tetapi sampai di lokasi, saya dan teman-teman kok malah di lempar kesana-kemari saat kami konfirmasi untuk posko nya. Hari ini kembali kami datang, hanya diberikan meja 1 dan kursi 3."imbuhnya


Pada keterangannya Vivin menambahkan keluhannya, "Miris baget. Bukan kami tidak mau bantu. Tetapi kalau mau buat acara, bukan seperti begini. Kami tidak minta apa-apa, Tetapi tolong hargai kami."Tegasnya menutup pembicaraannya pagi itu.


Menurut keterangan yang disampaikan melalui whatsapp kepada Vivin bahwa posko yang harus di tempati selama 5 hari mulai hari Sabtu hingga Rabu di sampaikan di ruangan KKP Tanjung Perak saat datang ke lokasi, para petugas semua mengatakan belum ada konfirmasi.


Sebagai masukan untuk kedepannya, berharap ada tempat yang layak bagi akupuntur/refleksi saat memberikan pelayanan sehingga saat relaksasi mereka akan nyaman.(Dna)



7.020 tampilan0 komentar