top of page

Pengusaha Muda Sonia Kaur Pimpin Bidang Waralaba PHRI Bali, Dorong Standardisasi dan Digitalisasi

DENPASAR - analisapost.com | Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali resmi mempercayakan Sonia Kaur, pengusaha restoran Sitara untuk mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Waralaba (Franchise) PHRI Provinsi Bali periode 2025-2030.

Ketua PHRI Bali 2025-2030 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Kiri) dan Sonia Kaur, Ketua Bidang Waralaba (Kanan)
Ketua PHRI Bali 2025-2030 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Kiri) dan Sonia Kaur, Ketua Bidang Waralaba (Kanan)

Pengusaha perempuan berdarah India ini ditunjuk sebagai bagian dari langkah strategis PHRI dalam memperkuat sektor waralaba pariwisata Bali agar lebih adaptif, profesional, dan berdaya saing di tengah transformasi digital.


Dalam perannya, Sonia Kaur menegaskan komitmennya untuk mendorong standardisasi usaha waralaba, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Ketiga fokus tersebut dinilai krusial untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan pertumbuhan usaha waralaba yang berkelanjutan di Bali.


Hal tersebut disampaikan Sonia Kaur di sela-sela acara Pengukuhan Pengurus PHRI BPD Bali Periode 2025-2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2026).


"Waralaba tidak hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga tentang menjaga standar mutu, konsistensi pelayanan, dan kepercayaan konsumen. Di sinilah peran standardisasi dan digitalisasi menjadi sangat penting,” ujar Sonia.


Menurutnya, untuk meningkatkan kemajuan bidang waralaba di PHRI Bali, pihaknya akan fokus pada penguatan sinergi organisasi, program pelatihan, kolaborasi antaranggota, serta adaptasi terhadap pasar pariwisata yang terus berkembang.


Ia menjelaskan, standardisasi akan diarahkan pada penyusunan pedoman operasional yang selaras dengan karakter pariwisata Bali. Sementara itu, digitalisasi mencakup pemanfaatan sistem manajemen, pemasaran digital, hingga integrasi data guna meningkatkan efisiensi dan transparansi usaha.


Selain itu, Sonia menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku waralaba, pemerintah, akademisi, serta komunitas lokal. Sinergi tersebut diyakini mampu menciptakan ekosistem usaha yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal Bali.


PHRI Provinsi Bali juga menyediakan akses jaringan bisnis yang luas, pelatihan profesional, serta advokasi kebijakan bagi anggotanya. Termasuk di dalamnya pengembangan potensi waralaba sektor pariwisata melalui kerja sama antarangota PHRI, seperti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan produk lokal untuk memperkuat rantai pasok restoran waralaba.


Manfaat lain dari penguatan sektor waralaba ini antara lain promosi bersama dan pemerataan destinasi wisata Bali sebagai wilayah ekspansi franchise. Adaptasi lokal dan inovasi juga menjadi perhatian, seperti penyesuaian menu dengan cita rasa khas Bali, termasuk penggunaan sambal matah atau kolaborasi dengan chef lokal, guna menarik minat wisatawan maupun masyarakat lokal.


Pemanfaatan influencer lokal, komunitas UMKM, serta digitalisasi layanan diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, khususnya di kawasan wisata seperti Denpasar dan Ubud. Selain itu, PHRI juga mendorong terciptanya regulasi yang pro-waralaba, termasuk kemudahan perizinan melalui sistem OSS serta dukungan terhadap UMKM lokal demi keberlanjutan usaha.


"Program kerja kami nantinya akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni standardisasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” tegas Sonia Kaur kepada awak media AnalisaPost, Sabtu (24/1/26)


PHRI Provinsi Bali menilai Sonia Kaur memiliki kapasitas dan visi yang sejalan dengan tantangan industri saat ini. Pengalaman serta pemahamannya terhadap dinamika bisnis waralaba diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi anggota PHRI.


Dengan kepemimpinan baru di Bidang Waralaba, PHRI Bali optimistis sektor waralaba hotel dan restoran dapat tumbuh lebih terstruktur, modern, dan inklusif, sekaligus mendukung pemulihan serta penguatan pariwisata Bali dalam jangka panjang. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya