Hasil Swab PCR Negatif, Bayi dan Ibunya Pulang Hari Ini

Surabaya, Analisa Post | Sesuai dengan ketentuan penangan Pekerja Migran Indonesia(PMI) yang terkonfirmasi positif swab PCR, mereka akan menjalani penyembuhan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Demikian halnya yang terjadi pada ibu inisial SU yang pada tanggal 19 September 2021 kemarin melahirkan anaknya. Hari kesepuluh pasca swab PCR positif pertama (13 September) SU kembali menjalani swab PCR kedua dan tadi malam hasilnya keluar,dan dinyatakan sudah negatif.

Foto : Jadid

Dengan demikian hari ini, 24 September SU beserta bayinya (yang sudah terkonfirmasi negatif swab PCR duluan) diperkenankan pulang atau KRS (Keluar Rumah Sakit). Pagi hari, berita kesembuhan SU sudah dikabarkan kepada pihak keluarga di Pamekasan dan disambut dengan penuh kegembiraan.


Segera, adik kandung dari SU beserta dua orang kerabatnya melakukan penjemputan dengan menggunakan sebuah mobil keluarga,dan tiba di RSLI pukul 13.30 WIB.

Dengan muka cerah ceria, SU beserta bayinya meninggalkan zona merah RSLI, menuju gerbang dekontaminasi dan dilakukan strerilisasi untuk menghindari potensi menempelnya virus covid-19 di baju, pakaian dan barang-barang yang dikenakan selama masa penyembuhan.


Sang bayipun dilakukan pemeriksaan akhir kesehatan,termasuk panjang badan dan ternyata selama 5 hari perawatan di RSLI sudah bertambah 5 mm menjadi 485 mm. Hal ini tidak lepas dari monitoring dan perawatan khusus para nakes terhadap ibu dan bayi diruangan khusus Saturnus 4 yang tepisah dengan penderita covid-19 lainnya di RSLI.

Foto : Jadid

Tidak ketinggalan kontribusi dari relawan pendamping yang mengupayakan berbagai kebutuhan bayi dan ibunya, termasuk pasokan asupan tambahan berupa kacang hijau setiap pagi. Kondisi ibu dan bayipun cukup stabil, sehat dan tidak ada gejala yang mengarah pada covid maupun perburukan fisik dan mental. SUpun sangat senang hari ini bisa pulang ke kampung halamannya memboyong sang buah hati ditemani adik kandungnya Bpk. Maasan yang menjeputnya dari Pamekasan.


Sita Pramesthi, Relawan PPKPC-RSLI yang turut mendampingi pemulangan ibu SU dan bayinya menyatakan bahwa hari ini menjadi hari yang bersejarah dan berkesan bagi RSLI karena bisa memulangkan ibu dan bayi yang lahir di RSLI dengan sehat dan selamat.


Hal ini juga sesuai arahan dari Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya, Laksamana Pertama dr. Ahmad Samsulhadi, MARS, bahwa ibu dan anak tersebut supaya mendapatkan perhatian dan penanganan serius selama dirawat di RSLI sehingga dipastikan tidak mengalami kendala yang berarti, karena hal ini menjadi indikator keseriusan dan kesungguhan rumah sakit memberikan layanan paripurna pada pasiennya.


”Kami memastikan proses pemulangan berjalan lancar, dan kami pun akan terus memantau setidaknya selama masa isolasi tambahan di rumahnya. Kami juga telah menghubungi pihak Dinkes Pamekasan untuk turut memonitoring kondisi ibu dan bayi sehingga dipastikan tetap sehat dan terurus dengan baik.” jelas Sita.

Radian Jadid, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) RSLI menjelaskan bahwa hari ini SU dan bayinya menjadi bagian dari 37 orang yang wisuda hari ini pada periode wisuda yang ke 452. Dengan demikian jumlah pasien sembuh yang telah ditangani oleh RSLI menjadi 9986 orang.

Foto : Jadid

Perlu diketahui hingga hari ini RSLI telah menangani setidaknya 10.562 pasien dengan kondisi tanpa gejala, gejala ringan, sedang dan berat. Walaupun dipersiapkan sebagai rumah sakit darurat untuk menangani pasien OTG dan ringan, namun pada saat puncak serangan covid-19 gelombang pertama (Desember 2021) dan gelombang kedua (Juni-Juli 2021) RSLI juga membantu menangani setidaknya 222 pasien covid-19 dengan gejala sedang dan 80 orang dengan gejala berat.


Untuk saat ini pasien yang masih dirawat di RSLI tinggal 89 orang (41 laki-laki dan 48 perempuan), terdiri dari 125 pasien PMI dan 1 orang pasien umum/mandiri.


“Semoga jumlah pasien semakin turun sehingga Oktober para nakes dan relawan bisa sedikit rehat dan relaksasi. Namun perlu diwaspadai saat puncak musim hujan dibulan Desember, karena suasana yang cukup dingin memungkinkan virus lebih aktif dan beregenerasi. Untuk itu diharapkan masyarakat harus tetap waspada dan tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan 6M terutama dalam hal penggunaan masker yang benar. Semoga kita dapat segera menyelesaikan pandemi covid-19 ini dan tidak terjadi lagi serangan covid-19 yang meluas menjadi gelombang ketiga, semoga.” harap Jadid.(Hms/Ced)

79 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua