Hasil Swadaya Masyarakat Madin Tertua Akhirnya Dibangun

BANGKALAN - analisapost.com | Madin Minhadul Athfal merupakan Madrasah Diniyah bisa di bilang tertua se kecamatan Tanah Merah Bahkan se kabupaten Bangkalan. Madin tersebut berdomisili di Duwak Rampak Tanah merah kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan. Kamis (17/03/22)

Madin Minhadul Athfal merupakan Madrasah Diniyah bisa di bilang tertua se kecamatan Tanah Merah Bahkan se kabupaten Bangkalan (Foto: Muzamil)

Dalam waktu kurang dari lima hari madrasah ini akan menyelenggarakan Haflah yang ke 118 tahun, ketika Madin ini sudah cukup lanjut usia mau tidak mau gedung ini harus di bangun karena memang gedung yang ada sudah tidak mampu menampung siswa siswinya didalam belajar mengajar sehari hari.


Murid di madrasah ini memang terdiri dari beberapa desa di kecamatan Tanah Merah Laok, yaitu dari desa Tanah Merah Dejeh Sesa Keranggan Barat dan dari desa Tanah Merah Laok sendiri.


Uniknya meski berumur se abad lebih, namun Madrasah Ini tak pernah tersentuh oleh program program pemerintah setempat, padahal kalau di lihat dari umurnya madrasah ini akan tak terhitung dan seharusnya sudah layak mendapat bantuan dari pemerintah daerah atau Provinsi. Apakah Madin Minhadul Athfal ini belum terbentuk YAYASAN sehingga tak di lirik oleh pemerintah ??

Tentu bukan karena yayasan Ini telah tercatat resmi di Menkumham. Menurut Mahrun Thosin salah satu pengurus yayasan Minhadul Athfal Mengatakan, "Pernah yayasan ini akan mendapatkan dana Hibah dari Kab Bangkalan, di Tahun 2016 Gagal entah karena apa dan kenapa, sehingga pada Akhirnya Lapisan masyarakat yang terdiri dari Alumni serta simpatisan Madrasah Minhadul Athfal Ini mempunyai inisiatif untuk membangunnya meski di bangun bermodalkan hasil swadaya masyarakat dengan sumbangan tiap bulan" katanya.


"Dengan sedikit demi sedikit alhamdulillah saat ini pembangunan sudah berjalan sekitar 70 %,

Athfal yang ke 118 Tahun, Nizar Thosin selaku Ketua yayasan sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah baik pemerintah daerah atau dari Provinsi agar bisa meneruskan pembangun sampai selesai." jelasnya.


Lanjutnya, sebenarnya yayasan ini bukan anti pemerintah segala upaya telah di tempuh oleh pengurus yayasan demi mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut. Namun masih belum terlaksana." tutupnya (Sin/MzL )

252 tampilan0 komentar