Hujan Tak Membendung Iman, Natal di Balai Kota Surabaya Tegaskan Toleransi
- analisapost

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA- analisapost.com | Hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Kamis malam (9/1/26) tidak menyurutkan langkah umat Kristiani untuk menghadiri perayaan Natal di Balai Kota Surabaya. Di bawah sorot lampu Taman Surya, doa dan pujian bergema, menegaskan Surabaya sebagai kota yang merangkul keberagaman dan kebersamaan.

Sejak sore, jemaat mulai berdatangan. Orang tua tampak berjalan perlahan dengan payung terbuka, menembus rintik hujan demi merayakan Natal sekaligus kebersamaan sebagai warga kota. Perayaan Natal bersama Pemerintah Kota Surabaya yang mengusung tema Christmas Love in God, Harmony Together (C-LIGHT) menjadi cermin kuatnya toleransi antarumat beragama di kota ini.
Antusiasme jemaat mendapat apresiasi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ia mengaku sempat khawatir hujan akan mengurangi kehadiran jemaat. Namun kekhawatiran itu terjawab ketika kursi-kursi hampir terisi penuh. Kehadiran yang tak surut oleh cuaca, menurutnya, menunjukkan keteguhan iman sekaligus kecintaan warga pada Surabaya.
Didampingi Ketua TP PKK Rini Indriani, Eri menyampaikan rasa haru atas semangat umat Kristiani. Ia menegaskan kembali pesan kebhinekaan bahwa Surabaya adalah rumah bersama bagi berbagai suku dan keyakinan. Balai Kota, kata dia, selalu terbuka untuk perayaan lintas agama sebagai wujud kesetaraan hak beribadah.
Persatuan harus dijaga hingga akhir, tanpa terpecah oleh sentimen identitas. “Surabaya adalah Indonesia. NKRI harga mati,” ujarnya, seraya mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan secara hukum, bukan dengan kekerasan atau premanisme. Kota ini, kata Eri, dibangun di atas toleransi dan berkat Tuhan.

Pesan sejuk juga datang dari Uskup Surabaya Agustinus Tri Budi Utomo. Ia mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada umat Nasrani Surabaya serta menyampaikan apresiasi atas perayaan Natal yang untuk ketiga kalinya digelar di Balai Kota.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk sapaan dan pengakuan bahwa umat Kristiani merupakan bagian utuh dari warga kota.
Uskup Agustinus turut menekankan peran iman dalam memperkuat keluarga, yang menjadi perhatian Gereja tahun ini. Ia juga menyoroti capaian pemerintah kota yang dinilai berhasil membantu sekitar 11.000 keluarga keluar dari jerat kemiskinan di tengah tantangan ekonomi.
Malam itu, hujan dan doa berpadu. Payung-payung yang terbuka menjadi saksi bahwa iman, toleransi, dan rasa memiliki terhadap kota dapat berjalan beriringan. Natal di Balai Kota Surabaya pun hadir sebagai penegasan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama kota ini. (Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar