Ilmuwan Pemberi Nama Unsur Kimia “OKSIGEN” Wafat Dengan Kepala Terpenggal

Diperbarui: 11 Mei

Editor: Redaksi



Gerakan Sadar Sejarah Respect The Past - Create The Future Oleh: Ns. Panjiku

Pada 8 Mei 1794, Antoine-Laurent de Lavoisier (Prancis) tutup usia pada umur 50 tahun. Ia adalah ahli kimia & ahli biologi yang dikenal atas bapak kimia modern. Ia tewas dengan guillotine pada puncak revolusi Prancis karena dituduh melakukan penipuan pajak & menjual tembakau palsu.

Antoine-Laurent de Lavoisier adalah orang pertama yang memberikan nama pada salah satu komponen udara dengan nama oksigen pada 1778. Penamaan oksigen terdiri dari dua kata Yunani, yaitu oxus (asam) dan gennan (pembentuk).


Penamaan oksigen itu didasarkan pada pendapat Lavoisier yang menganggap bahwa semua asam mengandung oksigen dan oksigen adalah prinsip pengasaman

Lavoisier mengenali dan menamai komponen udara yang disebutnya sebagai oksigen itu setelah mempelajari penemuan Joseph Priestley sebelumnya, yaitu udara dephloganggih yang merupakan asal mula oksigen yang kita kenal saat ini. Meski Lavoisier berhasil mensintesis karya Priestley & menciptakan istilah oksigen, Lavoisier menentang teori flogiston yang diyakini oleh Priestley. Priesley meyakini bahwa koponen udara itu adalah udara biasa yang kehilangan flogistonnya

Pada tahun 1783, Lavoisier berhasil mengidentifikasi unsur hidrogen untuk pertama kalinya bersama dengan Piere Simon Laplace. Penamaan hidrogen terdiri dari dari 2 kata, yaitu "hidro" yang berarti "air" & "gen" yang berarti "lahir dari".


Dalam penemuan hidrogen, Lavoisier bekerja sama dengan Piere Simon Laplace saat mensintesis air dengan membakar semburan hidrogen dan oksigen dalam toples di atas merkuri dengan menggunakan kalorimeter es. Hasil penelitian dengan kalorimeter es itu mendukung anggapan bahwa air bukanlah unsur, seperti yang telah diyakini selama lebih dari 2.000 tahun. Namun, air adalah senyawa dari dua gas, yaitu hidrogen & oksigen


Kontribusi Lavoisier lainnya adalah membantu membangun sistem metrik, menulis daftar lengkap elemen pertama & membantu mereformasi nomenklatur kimia dalam bukunya yang berjudul Méthode de nomenclature chimique (Method of Chemical Nomenclature) pada tahun 1787. Pada tahun yang sama, kontribusi itu dapat membantunya memprediksi keberadaan unsur silikon & sifat materinya yang dapat berubah bentuk, namun selalu memiliki massa yang tetap sama.

Pada tahun 1789, Lavoisier menggunakan nomenklatur baru dalam Traité élémentaire de chimie (Risalah Dasar tentang Kimia). Karya ini dianggap sebagai buku teks modern pertama tentang unsur kimia. Untuk menghormati capaiannya, namanya diabadikan pada nama medali. Lavoisier Medal diberikan atas prestasi di bidang ilmu kimia yang secara mandiri diberikan oleh 3 organisasi berbeda yaitu

1. French Chemical Society 2. International Society for Biological Calorimetry (ISBC) 3. DuPont Secara audio visual, artikel ini dapat diakses pada link berikut (menit ke 04:10 - 07:29) https://www.youtube.com/watch?v=dzf6KX-_dEk Itulah salah satu sejarah yang terjadi pada 8 Mei, sejarah lain yang terjadi pada tanggal yang sama (8 Mei) dari waktu ke waktu, terangkum dalam 1 menit pada link berikut : https://www.youtube.com/shorts/PUgZyqMiG9g

842 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua