ITS dan Innovate UK Uji PLTS Apung Pertama di Indonesia
- analisapost

- 5 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Institut Teknologi Sepuluh Nopember terus memperkuat kiprahnya dalam menghadirkan inovasi guna mendukung peralihan menuju energi bersih. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan bersama Innovate UK dalam rangka proyek Solar2Wave, yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gili Ketapang pada Jumat, 13 Februari 2026, yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Proyek kolaborasi pemerintah Inggris dan Indonesia tersebut menjadikan wilayah pesisir itu sebagai pilot project yang berpotensi direplikasi di daerah pesisir lainnya.
Pemilihan Gili Ketapang dinilai tepat karena merepresentasikan kawasan pesisir yang membutuhkan solusi energi terbarukan berbasis laut. PLTS berkapasitas 27,2 kilowatt tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar diesel, memperkuat ketahanan energi masyarakat, serta mendukung agenda dekarbonisasi jangka panjang.
Ketua Tim Peneliti Solar2Wave Indonesia, Prof. Dr. I Ketut Aria Pria Utama, M.Sc., menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan kesempatan bagi seluruh mitra untuk meninjau langsung perkembangan proyek. Ia menilai kolaborasi yang terjalin menunjukkan pembagian peran yang jelas dan sinergis.
“Pihak yang terlibat meliputi ITS, Innovate UK, Universitas Pattimura, Cranfield University, Orela Shipyard, Gerbang Multindo Nusantara, Achelous Energy, HelioRec, serta pemerintah desa,” ujar Ketut Aria.
Ia menambahkan, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, fasilitas penyedia listrik tersebut ditargetkan sudah dapat dimanfaatkan dan diserahkan kepada masyarakat. Langkah ini sekaligus memastikan inovasi yang dihadirkan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi warga pesisir. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbadan hukum menjadi salah satu strategi untuk menjamin keberlanjutan pengelolaannya.

Sementara itu, Innovation Lead Energy Innovate UK, Jillian Henderson, menyampaikan antusiasmenya terhadap proyek kolaboratif ini. Menurutnya, isu pemanasan global dan kebutuhan energi bagi nelayan membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi tersebut.
“Tantangan utamanya adalah bagaimana mengomunikasikan teknologi ini kepada masyarakat agar manfaatnya dapat dimaksimalkan,” pungkasnya.
Kepala Desa Gili Ketapang, Monir, turut mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam realisasi proyek tersebut. Ia berharap kehadiran PLTS apung ini mampu menjawab kebutuhan energi warga, termasuk untuk mendukung produksi es sebagai sarana pengawetan hasil tangkapan nelayan.
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar