Hi-Me!, Cermin Cerdas Karya Mahasiswa ITS Pangkas Antrean Layanan Kesehatan
- analisapost

- 19 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 12 menit yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Di tengah persoalan klasik layanan kesehatan mulai dari antrean panjang hingga keterbatasan waktu tenaga medis sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan pendekatan baru yang mengandalkan teknologi cerdas.

Bayangkan memulai pemeriksaan kesehatan bukan dengan antre panjang di ruang tunggu rumah sakit, melainkan cukup berdiri di depan sebuah cermin. Dalam hitungan menit, data vital tubuh tersaji otomatis, tanpa jarum suntik atau prosedur rumit.
Gambaran masa depan layanan kesehatan itulah yang coba diwujudkan oleh mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui inovasi bertajuk Hi-Me! (Health Intelligence Mirror).
Cermin cerdas ini lahir dari kegelisahan sederhana: waktu tunggu pemeriksaan awal pasien di fasilitas kesehatan yang kerap melampaui satu jam. Bagi banyak orang, antrean panjang bukan sekadar melelahkan, tetapi juga menjadi penghalang untuk rutin memeriksa kondisi kesehatan. Dari persoalan itulah, Hi-Me! dirancang sebagai alat skrining mandiri yang cepat, presisi, dan non-invasif.
Inovasi dari Bangku Kuliah
Hi-Me! dikembangkan oleh tim mahasiswa angkatan 2022 yang menamakan diri “Masuk Surga”, terdiri dari Nehemy Davis Suryanto, Andi Lisnaini Ramadhani, dan Wean Harmiwan Bontong. Perangkat ini memadukan teknologi multisensor dengan kecerdasan buatan berbasis deep learning.
Andi Lisnaini menjelaskan, konsep utama Hi-Me! adalah memangkas tahapan awal pemeriksaan pasien yang biasanya menyita waktu tenaga medis.
Dalam satu sesi sekitar tiga menit, sistem mampu membaca delapan parameter vital tubuh. Lima di antaranya diukur langsung oleh sensor fisik, meliputi tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju pernapasan, dan denyut nadi.
Sementara itu, tiga parameter lain tekanan darah sistolik, diastolik, serta kadar gula darah—diestimasi menggunakan model deep learning. Keunggulan yang paling mencuri perhatian adalah kemampuan mengukur gula darah tanpa prosedur invasif, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengalami rasa nyeri akibat tusukan jarum.
Lebih dari Sekadar Cermin
Hi-Me! tidak berhenti pada pengambilan data. Perangkat ini dilengkapi sistem Electronic Medical Record (EMR) berbasis web, yang memungkinkan hasil pemeriksaan tersimpan secara daring. Pengguna dapat menelusuri riwayat kesehatannya kapan saja, tanpa harus terhubung langsung dengan sistem rumah sakit yang kompleks.
Menurut Andi, pendekatan ini sengaja dipilih agar teknologi tetap mudah diakses masyarakat luas. "Data pemeriksaan tetap terdokumentasi rapi, tetapi pengguna tidak dibebani prosedur integrasi sistem yang rumit,” ujarnya.
Tantangan Menuju Implementasi
Meski menawarkan potensi besar, pengembang Hi-Me! menyadari bahwa perjalanan menuju pemanfaatan massal masih panjang.
Wean Harmiwan mengungkapkan, kesiapan perangkat saat ini baru berada di kisaran 50 persen. Tantangan utama terletak pada peningkatan akurasi model deep learning, kalibrasi sensor lanjutan, serta proses uji kelayakan dan sertifikasi medis.
Tahapan tersebut menjadi krusial agar Hi-Me! tidak hanya inovatif, tetapi juga aman dan andal digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Cermin Masa Depan Layanan Kesehatan
Dengan slogan “Your Health, Reflected in Seconds”, Hi-Me! merepresentasikan semangat transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia. Inovasi ini menawarkan gambaran layanan yang lebih cepat, inklusif, dan ramah pengguna di mana teknologi hadir untuk mendekatkan masyarakat pada kesadaran kesehatan, bukan sebaliknya.
Jika kelak penyempurnaan dan sertifikasi berhasil dilalui, bukan tidak mungkin cermin cerdas ini akan menjadi wajah baru skrining kesehatan, memantulkan bukan hanya bayangan tubuh, tetapi juga potret kondisi kesehatan dalam sekejap. (Dna)
Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com





Komentar