top of page

ITS Fasilitasi Inkubasi Koperasi dan UMKM

SURABAYA - analisapost.com | Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka kegiatan program Fasilitas Inkubasi Koperasi dan UMKM, Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI), hadirkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) dalam rangka sosialisasi akses dana bergulir LPDB-KUMKM, di gedung Riset Centre lantai 5.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka kegiatan program Fasilitas Inkubasi Koperasi dan UMKM, Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI) (Foto: Istimewa)

Kegiatan tersebut dibuka oleh Dwi Winarto selaku Pengelola Perencanaan dan Program Divisi Perencanaan LPDB-KUMKM, Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD selaku Wakil Rektor bidang IV ITS, Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si, Ph.D selaku Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST), dan Arif Lukman Hakim selaku Kepala Bidang Pembiayaan Diskop-UKM Jatim. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Para CEO, Founder, Owner, Startup, dan pengelola di lingkungan ILBI ITS.


Program Fasilitasi Inkubasi Koperasi dan UMKM ini merupakan bentuk kerjasama Fasilitasi Lembaga Inkubator LPDB-KUMKM untuk melakukan kegiatan inkubasi kepada Koperasi dan UMKM terpilih dari ILBI ITS. Bertujuan untuk memberikan fasilitas dalam rangka pendampingan pengajuan Pinjaman/Pembiayaan dana bergulir LPDB-KUMKM dan/atau mendapatkan komitmen pendanaan berupa Investasi, Pinjaman dan/atau Kerjasama (offtaker/buyer). Terdapat sebanyak 18 UMKM dan 8 Koperasi terpilih dalam program ini. Nantinya mereka akan difasilitasi dengan program mentoring berbagai materi sesuai kebutuhan masing-masing produk, serta program coaching bersama para coach untuk mengembangkan bisnis mereka.


18 UMKM tersebut antara lain Boeng-SA, Akang Antar, Tegas Mobility, Bicarapoede Academy, Etergy, Kebon Id, Medstation, Ibe Reality, Wear It, Taman Kota, Materalab, Cangkang Sawit, 3D Expert, Memo U, Voltech Engineering, Your Ice, Lecress, dan Cavantos.

Sementara 8 koperasi dalam program ini yakni Koperasi Mandiri Pratista Wiguna, Koperasi Pegawai Republik Indonesia-ITS, Koperasi Konsumen Warga Jacobiz Sejahtera Bersama, Koperasi Syariah Harapan Surabaya, Koperasi Serba Usaha Sier, Koperasi Produsen Taman Garam, Koperasi Syariah Serba Usaha Samba, dan Koperasi Pondok Pesantren Miftachus Sunnah.


Apa itu LPDB-KUMKM ?


LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja dibawah Kementerian Koperasi dan UKM dengan tugas utama untuk menyalurkan Pinjaman/Pembiayaan kepada Koperasi. Terhitung hingga Tahun 2023, LPDB-KUMKM telah menyalurkan sebanyak Rp. 15,8 triliun dana bergulir kepada Koperasi dan UMKM baik secara langsung maupun melalui lembaga perantara, dengan tingkat suku bunga murah.


“Sepanjang Tahun 2020 hingga 2023, LPDB-KUMKM melalui Program Lembaga Inkubator telah melakukan kegiatan inkubasi dengan bekerjasama kepada 19 Lembaga Inkubator yang tersebar pada 9 Provinsi,” ujar Dwi Winarto selaku Pengelola Perencanaan dan Program, Divisi Perencanaan LPDB-KUMKM.


Sepanjang waktu itu, menurut Dwi Winarto, LPDB-KUMKM telah merealisasikan Pendanaan dalam bentuk Investasi, Pinjaman, dan/atau Kerjasama (offtaker/buyer) sebesar Rp. 23 Miliar pada 74 tenant yang terdiri dari Investasi sebesar Rp. 6,1 Miliar (9 tenant), Pinjaman Rp. 7,7 Miliar (6 tenant), dan Kerjasama Rp. 9,2 Miliar (59 tenant). Dalam menjalankan penyelenggaraan Inkubator Wirausaha, sejak tahun 2020 LPDB-KUMKM berlandaskan pada Amanah Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 04 Tahun 2020.

“Kalau tahun 2023 ini, kita telah bekerjasama dengan 10 Lembaga Inkubator. Dengan tujuan tenant mendapatkan pendanaan yang berupa Investasi, Pinjaman dan/atau Kerjasama (offtaker/buyer) dengan masa inkubasi selama 6 bulan pada periode Maret s.d. September,” pungkas Dwi Winarto.


Kepala ILBI ITS, Ir. Baroto Tavip Indrojarwo, M.Si mengatakan, inkubasi kewirausahaan yang didukung pendanaan dari LPDB kali ini memiliki diferensiasi inovasi pada dua entitas korporasi yang berbeda, yaitu startup dan koperasi. Startup memiliki keunggulan pada kesiapan teknologi dan agilitas sebagai korporasi baru kecil. Sedangkan koperasi memiliki keunggulan pada kesiapan modal dan captive market dari para anggotanya yang jumlahnya besar. Kedua keunggulan ini akan dipertemukan dan dioptimalisasi agar menjadi kekuatan ekonomi inovatif baru yang riil bagi Indonesia.(Dna/Ist)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

118 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page