ITS Tingkatkan Ekonomi Peternak Lamongan Dengan Pakan Konsentrat Untuk Penggemukan Sapi

SURABAYA - analisapost.com | Sebanyak 14 mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia ITS mengakhiri Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema ‘Teknologi Pembuatan Pakan Konsentrat Sapi Potong Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Berbasis Limbah Pertanian’ di Desa Bluri, Kec. Solokuro, Kab. Lamongan. Kamis (23/12/21)

Foto : Istimewa (Penggemukan Sapi)

Mereka telah membaur dengan masyarakat setempat untuk memberikan bantuan penuh kepada para peternak sapi, memberikan pendampingan kepada para pemuda di Karang Taruna untuk pembuatan pakan konsentrat dari limbah pertanian dan uji coba pakan konsentrat pada ternak sapi milik warga.


Kegiatan tersebut berlangsung lebih dari satu bulan, dengan bimbingan para dosen pengabdi yaitu Siti Zullaikah PhD dan Hikmatun Ni’mah (Departemen Teknik Kimia), Bambang Pramujati PhD (Departemen Teknik Mesin), Sigit Tri Wicaksana PhD (Departemen Teknik Material dan Metalurgi), Dr techn Endry Nugroho P (Departemen Biologi), dan Afifatul Jannah ST (Departemen Teknik Kimia).


Musim kemarau seringkali menjadi masalah untuk para peternak sapi di Kabupaten Lamongan. Sulitnya mencari pakan ternak berupa tumbuhan hijau ataupun limbah pertanian sering terjadi pada musim kemarau.


Selain itu mahalnya pakan konsentrat untuk penggemukan sapi membuat belum ada masyarakat di Desa Bluri yang berhasil menjadi peternak sapi hingga saat ini. Dengan keberadaan dosen, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS membantu pembuatan pakan konsentrat dari limbah pertanian secara murah, mudah dan ramah lingkungan untuk penggemukan sapi.


Analisa Kondisi Lingkungan (AKL) adalah kegiatan pertama yang dilakukan oleh tim pengabdi, termasuk para mahasiswa KKN. Hasil diskusi dengan Kepala Desa Bluri yaitu Bapak Heru Sukadri, diketahui bahwa banyak TKI dari desa tersebut yang menggunakan uang yang diperoleh selama bekerja sebagai TKI untuk usaha peternakan yaitu ternak sapi, namun hingga saat ini belum ada yang berhasil.

Foto : Istimewa

Selain itu dari hasil diskusi dengan Karang Taruna, banyak petani yang juga menjadi peternak terutama ternak sapi. Namun kegiatan ternak sapi masih dilakukan secara konvensional dengan memanfaatkan limbah pertanian (Jerami padi) mereka sebagai pakan untuk ternak sapi dan comboran (campuran air dengan dedak padi/pollard/srawut singkong).


Biaya yang dikeluarkan untuk comboran saja sudah mencapai Rp. 1.000.000,- persapi perbulan. Sehingga tema Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) dan KKN sangat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi banyak masyarakat di Desa Bluri, Kec. Solokuro, Kab. Lamongan.


Abmas dan KKN tahun ini adalah kelanjutan dari kegiatan yang sama sebelumnya. Sehingga kegiatan abmas dan KKN tahun ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas pakan konsentrat sehingga saat di ujikan ke ternak sapi diperoleh kenaikan bobot harian sapi yang tinggi. Komponen terbesar pada usaha ternak adalah mahalnya biaya pakan.


Pakan konsentrat yang dikembangkan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di daerah setempat seperti limbah pertanian (jerami padi dan tebon jagung), singkong, serta bungkil kedelai sehingga ketersediaannya dapat dijamin dan harga bahan dapat diturunkan. Pada umumnya harga pakan konsentrat dengan kualitas yang kurang dari pakan konsentrat yang sudah dikembangkan sebelumnya pada kegiatan abmas dan KKN tahun 2020, masih berkisar Rp. 2500,-/kg.


Ada tiga jenis pakan konsentrat berbasis bahan-bahan yang ada didesa Bluri telah diujikan untuk ternak sapi milik warga. Jenis pakan konsentrat yang pertama, setelah diujikan ke ternak sapi, diperoleh kenaikan bobot sapi harian 1,13 - 1,50 kg. Jenis pakan konsentrat yang kedua adalah 0,33 – 5,25 kg, dan jenis pakan konsentrat yang ketiga hingga 5,83 kg.


Kenaikan bobot sapi yang mencapai lebih 5 kg perharinya adalah dengan penambahan comboran 40% dari comboran yang biasanya diberikan. Sedangkan yang kurang dari 1,5 kg tidak ditambah dengan comboran.

Foto : Istimewa ( 14 mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia ITS mengakhiri Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lamongan)

Semua jenis pakan konsentrat yang dihasilkan mempunyai harga kurang dari yang ada dipasaran, padahal dengan kualitas yang lebih baik. Sehingga jika diasumsikan harga sapi hidup per kg adalah Rp. 45.000,- maka akan diperoleh keuntungan perbulan hingga Rp. 6.000.000,-.


Dengan penuh harapan, Ketua tim pengabdi, Siti Zullaikah PhD atau biasa dipanggil Zulle yang juga sebagai Dewan Pakar Kompartemen Kebencanaan IKA ITS, berkata,“Semoga kegiatan abmas dan KKN ini dapat membantu usaha penggemukan sapi di desa Blusri, Kec. Solokuro, Kab. Lamongan yang selama ini belum ada yang berhasil seperti harapan Bapak Kepala Desa Bluri." Ujarnya


Tak hanya Zulle, Salah satu mahasiswa KKN yaitu Ahmad Mujiburrosyid, juga mengatakan hal serupa, “Dari hari pertama sampai sekarang memang terlihat perkembangan sapi yang melesat, pakan ternaknya lahap dimakan sapi setiap harinya, semoga saja ya ini bisa menjadi solusi untuk para peternak disini.” Imbuhnya sambil tersenyum lebar.(RJ)

3.189 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua