Jatim Aman, Memasuki Pekan Kedua Pasca Lebaran RSDL Bangkalan Nol Pasien

BANGKALAN - analisapost.com | Memasuki pekan kedua pasca liburan Idul Fitri 1443 H, Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (RSDLB) / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur melaksanakan Rapat Koordinasi yang dipimpin Mayor Ckm Sumardi, S.Kep., M.M., M.Kes., Ners, selaku Koordinator Pelayanan Penunjang Umum RSDL Bangkalan (Kamis, 12 Mei 2022). Rapat tersebut juga dihadiri perwakilan dari dokter, perawat, analis medis, apoteker, gizi, admin, dan relawan pendamping.

Menyangkut kesiapan RSDLB mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 pasca liburan, manajemen RSDLB mengumpulkan seluruh personilnya untuk monitoring, evaluasi sekaligus perencanaan ke depan. Mayor Sumardi memberikan beberapa arahan, diantaranya nakes dan seluruh personil RSDLB harus tetap siap siaga dan menjalankan tugas dengan baik. "Pada dasarnya semua tetap siap siaga dan bertugas sesuai tupoksi.


Bagi Rekan nakes, ada kesempatan rekom untuk berkarir ditempat lain harus disambut baik, terkait waktu yang singkat supaya dimanfaatkan dengan baik. Ini karena RSDLB sifatnya ad-hoc atau temporary dan sewaktu-waktu akan selsai bila Pandemi selesai. Semua personil RSDLB tetap beraktifitas, gunakan kesempatan olah raga, berkoordinasi dan bersiap diri dalam tugas yg diemban." himbau Sumardi.


Terkait perkembangan terkini Pandemi Covid-19 yang semakin melandai, supaya menjadi kajian bersama kondisi kekinian (covid-19)

Dilakukan analisa, parameter yang dipedomani, terutama kondisi pasca lebaran h+7 dan h+14, pasien ada atau tidak ada (zero pasien), dan RSDLB berlanjut atau tidak, kita (seluruh personil) tetap siap sampai RS ini resmi dinyatakan ditutup. Untuk itu diharapkan semua satu pintu, informasi dari pimpinan dan semua satu pikiran untuk kebaikan RSDLB. Yang tahu dan paham disini kita semua.


Selagi pimpinan belum menyatakan tutup, kita harus siap dan fokus tupoksi sesuai bidang masing-masing. Pada saat-saat menentukan, rumah sakit membutuhkan, kita siap dan tunjukkan pengabdian semaksimal mungkin. "Terkait permasalahan atau kendala dalam operasional sehari-hari, hendaknya disampaikan secara jelas sesuai hirarki dan menggunakan etika.


Semua berpendidikan, tetap gunakan azas normatif, riil dan ilmiah sehingga semua bisa diselesaikan dengan baik." imbuh Sumardi.


Semua personil yang betugas di RSDLB ini ada dua institusi yang menjadi payung, yakni

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, terkait teknis dan operasional rumah sakit, termasuk pemberian layanan dan pengasuhan khusunya bagi para pasien, sesuai dengan SOP dan tata laksana yang baku dan harus dilaksanakan.


Semua bekerja sesuai tupoksi dan bertanggungjawab pada pimpinan. Kedua, secara administratif dipayungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Segala pengajuan dan perlengkapan muaranya pada BPBD, termasuk penganggaran karena menggunakan dana APBD provinsi.Diharapkan semua dapat menjalankan tugas dan kewajiban serta mendapatkan hak sesuai dengan ketentuan yang ada dan sesuai dengan jalurnya.


Kita bersyukur memasuki Idul Fitri hingga saat ini, RSDLB tetap zero pasien, berarti indikator bahwa Jatim (covid-19) relatif aman dan terkendali. Dalam masa relaksasi ini semua tetap siaga. Terkait barang inventaris, tetap dilakukan pencatatan sehingga kalau dicek, kita punya data yang sesuai. Mana yang berhubungan dengan matkes, bekkes dsb.

Kalau barang yang memang habis pakai ya habis pakai (masker, dsb). "Kita tidak boleh terlepas dari tertib administratif.


Semua hendaknya bertugas sesuai ranah profesi, kalau kita sadari bahwa kita mengabdi sesuai tupoksi maka semua akan berjalan dengan baik. Tupoksi dijalankan sesuai jati diri kita masing-masing untuk kepentingan dan kebaikan RSDLB. Yang terakhir tetap jaga kesehatan, kekompakan dan soliditas serta komunikasi yang baik, juga pegang teguh budaya malu ( malu datang terlambat , malu kalau salah ,dll) sehingga roda organisasi ini tetap dalam kondisi utuh dan siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat." pungkas Sumardi.


Radian Jadid, Ketua Pelaksana PPKPC-RSDLB menambahkan, walaupun saat ini masih zero pasien dan liburan Idul Fitri telah lewat sepekan, namun RSDL Bangkalan tetap disiagakan, termasuk kesiapan obat-obatan dan saran prasana pendukung lainnya. Hal ini dikarenakan belum ada jaminan pasca Idul Fitri tidak terjadi lonjakan kasus covid-19.

“Dari pihak manajemen rumah sakit masih akan mencermati H+14 pasca lebaran untuk dijadikan indikator ada tidaknya lonjakan kasus. Kuncinya tetap pada kewaspadaan dan ketaatan mayarakat dalam menjalankan protokol Kesehatan 6M, tuntasnya vaksinasi (hingga booster) serta konsistensi stakeholder terkait dalam menjalankan 3T.” ujar Jadid.


Terkait informasi dan layanan bagi penderita covid-19 (baik terkonfirmasi melalui swab antigen maupun swab PCR) tetap dapat diakses melalui Call Center RSDLB di 081332434363. Sedangkan untuk informasi dan layanan yang terkait non-medis dan layana dari relawan pendamping serta keluhan long-covid bagi para penyintas, dapat menghubungi Kontak Relawan Pendamping di 088222303030.


Hingga saat ini, dari data relawan PPKPC-RSDLB sejak dioperasikan Juli 2021, total pasien yang dirawat di RSDLB sejumlah 916 orang dengan rincian 836 orang sembuh, 32 dirujuk, dan 48 orang melanjutkan isoman dirumah dan sembuh, serta angka kematian nol (0). Saat ini kapasitas tempat tidur yang tersedia sejumlah 336 bed, dan tingkat hunian masih kosong (0 pasien). (Tim)

368 tampilan0 komentar