Jember Percepat Penurunan Level PPKM Melalui Partisipasi Pondok Pesantren



Foto : Dokpri

JEMBER - analisapost.com | Rabu 27 Oktober 2021 bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren, Ledokombo, Jember dilaksanakan acara bertajuk "Vaksinasi Massal

Oleh Anak muda untuk Warga Kabupaten Jember" dengan menyuntikkan 1000 dosis vaksin sinovak dan pfizer.


Acara ini merupakan kolaborasi dari Seknas Jokowi, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT), Pemerintah Kota Jember, (Dinas Kesehatan), Pengurus PP Miftahul Ulum Suren dan Eksan Institute.


KH. Khazin Mudzhar, M.Hum. selaku pengasuh PP dalam sambutannya mengucapakan terima kasih

pada semua pihak dan berharap dengan acara ini menjadi tali silaturrahim dan membawa kemaslahatan, terutama masyarakat Suren, warga pondok dan sekitarnya.



Foto : Dokpri

Ia juga menyatakan bahwa pondok pesantren turut serta membangun ketahanan bangsa, melalui herd immunity.


"Tidak saja pemerintah, tapi kami juga punya tanggungjawab untuk mensukseskannya. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Seorang beriman yg sehat lebih dicintai Alloh daripada yg sakit. Fardlu 'ain bagi pondok untuk mendukung program pemerintah.


Terima kasih Semua elemen, terima kasih atas bantuan dan keikhlasan semoga Allah memberikan banyak limpahan Rahmad dan Barokah-Nya." pungkas Gus Mudzhar.



Foto : Dokpri

Dari KAPT yang diwakil dr. H. Reza Dharmayanda, MQIH (Dewan Pengarah Pusat) dan Radian Jadid (Sekretaris Jatim) menyatakan bahwa kegiatan ini dienergizer dari para organ pendukung presiden, mencoba membantu daerah-daerah yang kemungkinan masih butuh pendekatan khusus pada masyarakat. Jember saat ini capaian vaksinasi masih 40 persen dan berada pada level 3 PPKM.


Kita bantu pendekatan institusi dan kultural, terutama pondok untuk menyelenggarakan vaksin.

Vaksin tidak mencegah penularan, tapi akan mencegah angka kesakitan dan kematian.


Mencegah penularan tetap 6 M, dan terus konsisten diterapkan hingga tingkat penularan rendah sehingga masuk fase endemi. "Semoga tercapai tahun depan dan ekonomi segera bisa berjalan. Terima kasih pada pondok pesantren yang betul-betul luar biasa, mengawali perannya di Jember ini." pungkas dr. Reza.


Selanjutnya Ketua DPW Seknas Jokowi Jatim, Sapto Raharjanto secara simbolis menyerahan 1000 dosis vaksin secara simbolis ke bupati Jember. Ia menyatakan bahwa program vaksin yang diselenggarakan kelompok pendukung presiden di Jatim telah menyasar Pasuruan, Surabaya, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan sekarang Jember. Selanjutnya akan bergerak ke bagian barat atau kawasan Mataraman.

"Jember adalah kampung halaman saya, kita berkoordinasi dengan Kadinkes Jember dr. Lilik Lailiyah, tentang perlunya vaksinasi di lingkungan Pondok Pesantren di kabupaten Jember.

Peran tokoh agama, bisa memberikan dukungan pada program pemerintah di pusat dan di Jember, tujuannya agar herd immunity segera terpenuhi. Jember masih 40 persen.


Masyarakat harus bahu membahu membantu pemerintah Jember agar capaian target segera terealisasi dan pemulihan ekonomi segera terpenuhi." papar Sapto.


Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto menyatakan keterkejutannya atas besarnya pondok yang dikelola Gus Mudzhar.

"Saya benar-benar terkejut pondok ini begitu besar, semoga nanti lebih besar lagi dan menghasilkan santri-santri yang sholeh sholehah, beriman dan berakhlaqul Karimah dan bermanfaat untuk ummat." ujar Hendy. Ia juga menyampaikan tiga hal penting dalam sambutannya.


Pertama, Eksistensi pondok pesantren sangat mendukung dengan menjadi garda terdepan karena di Jember ini adal lebih dari 1.100 pondok pesantren, dan 650 lebih diantaranya memiliki lebih dari 500 santri. Juga ada sekitar 4.500 masjid dan musholla yang jumlanya puluhan ribu.


Pemerintah punya program vaksin, wabil khusus pondok pesantren diharapkan menjadi motor utama, karena ratusan ribu santri ada di situ. PP Miftahul Ulum Suren ini sudah ketiga kalinya menyelenggarakan vaksinasi, yakni 300 dan 500 dosis berkerjasama dengan MWC NU dan 1.000 dengan KAPT & Seknas Jokowi. Vaksinasi di PP Miftahul Ulum Suren ini telah menjangkau santri, wali santri, pengurus, dan warga sekitar. Atas nama pemerintah Jember kami sampaikan terima kasih dan semua bisa berjalan dengan sukses.


Kedua, sekarang juga sudah ada apresiasi pemerintah pada pesantren. Pemerintah wajib membantu pesantren melalui APBD. Pemerintah wajib memberikan haknya, karena sudah ada ketentuannya melalui UU nya.


Ketiga, tentang kenapa vaksin wajib. Karena menguatkan dan membuat sehat. Setelah vaksin tentunya tetap pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Jember level 3, tapi tingkat kematian sudah nol. Yang terpapar masih ada satu dua orang, ndak banyak. Salah satu syarat penurunan level PPKM, yakni minimal 50 persen masyarakat dapat dosis 1, baru masuk level 1.


Maka dari itu, yang sudah vaksis, tolong tetangganya, dan juga lansia di dorong untuk vaksin. Catat nama yang belum vaksin, sampaikan ke kades, nanti Kadinkes akan ke sini membantu pelaksanaan vaksinasi. Jember targetnya

1,9 juta orang. Pemerintah tidak mampu mengatasi sendiri tanpa bantuan dari masyarakat. Ketelibatan masyarakat penting dan bisa menajdi hebat karena keterlibatan relawan yang terus bergerak walaupun pak Jokowi sudah jadi presiden. Pak Jokowi mungkin tidak tahu tapi Gusti Alloh yang Maha Tahu. Semua pasti dapat balasan atas amalnya.

Untuk itu, apapaun program pemerintah harus kita dukung.Yang sudah vaksin, masuk aplikasi Peduli-Lindungi. Yang belum vaksin, ke mall tidak boleh. Sebentar lagi juga akan mulai diterapkan ke pasar.



Yang tidak vaksin ndak bisa masuk pasar. Target awal 50 persen, kini tinggal 10 persen. "Ayo kita kejar. Mulai usia 12 tahun, segera vaksin. Dosisi 1 dulu. Selanjutnya menyusul. Terima kasih semuanya, terutama petugas vaksin. Jember turun level dan bebas covid segera terwujud. Ekonomi bangkit." pungkas Hendy.


Direktur Eksan Institut, KH. Muhammad Eksan menutup acara dengan doa agar kita semuasegera keluar dari Pandemi covid-19 ini.

"Wahai dzat pengampun segala dosa

Ampuni dosa ortu, guru, pemimpin kami

Ampuni dosa kami.

Wahai dzat penyembuh segala penyakit

Lepaskandari penyakit covid-19 ini.

Sehatkankanlah kami dan bangsa ini sehingga selamat, sejahtera, adil dan makmur.


Kami bersyukur secara perlahan bangsa ini semakin hari covid-19 semakin menjauh, kematian berkurang, infeksi menurun.


Ampuni kami yang masih kufur.

Negeri ini dibangun para kyai,

Juga dalam rangka hari santri, ijinkan kami bersyukur.


Kepada para syech, kyai, guru ngaji, dan orang tua kami, limpahakan keberkahan pada mereka selagi masih hidup, juga pondok pesantrennya.


Ampunilah para pendiri pondok ini, Balaskan Jannah pada mereka semua.

Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar."(Jadid/Red)

213 tampilan0 komentar