PMI Surabaya Gelar Donor Darah Spesial Ramadan, Targetkan 5.000 Kantong Darah
- analisapost

- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menggelar kegiatan Donor Darah Spesial Ramadan guna menjaga ketersediaan stok darah yang mengalami penurunan selama bulan puasa. Kegiatan ini menargetkan pengumpulan 5.000 kantong darah selama sembilan hari pelaksanaan.

Donor darah tahap pertama digelar di BG Junction Mall Surabaya mulai 9 Maret hingga 12 Maret 2026 pukul 10.00-17.00 WIB. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan di Royal Plaza Surabaya mulai 13 Maret hingga 17 Maret 2026 pada jam yang sama.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya persediaan darah hingga 60 persen selama Ramadan, sekaligus menjaga ketersediaan stok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satu petugas PMI menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi meskipun kegiatan berlangsung di bulan Ramadan.
"Animo masyarakat cukup tinggi. Walaupun sedang berpuasa, banyak warga tetap datang untuk mendonorkan darah. Apalagi menjelang Lebaran biasanya stok darah menurun,” ujarnya saat ditemui awak media AnalisaPost, Senin (16/3/2026).
Sebelum melakukan donor darah, setiap peserta harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, meliputi pengecekan tekanan darah, golongan darah, serta kadar hemoglobin (Hb).
PMI menetapkan batas kadar hemoglobin bagi pendonor berada pada kisaran 12,5 g/dL hingga 17,0 g/dL.
Jika kadar hemoglobin berada di bawah batas minimal, peserta tidak diperbolehkan mendonorkan darah karena berisiko mengalami anemia.
"Minimal Hb untuk donor adalah 12,5. Jika di bawah itu bisa menyebabkan mual atau pusing setelah donor. Karena itu kami pastikan pendonor dalam kondisi sehat,” jelas petugas tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang berhasil mendonorkan darah akan menerima sejumlah bingkisan berupa paket sembako, kaos, makanan siap saji, susu, serta suplemen penambah darah. Paket sembako tersebut berisi beras, minyak goreng, mi instan, dan susu kental manis.
Namun tidak semua peserta dapat melakukan donor. Ratnawati, warga Tambaksari, Surabaya, mengaku kecewa karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan akibat kadar hemoglobin yang tidak memenuhi syarat.
"Tidak bisa donor tadi. Cukup kecewa karena Hb saya hanya 11,9. Kalau ada kesempatan lagi sebenarnya saya ingin donor darah. Bukan karena sembako, tapi kebetulan saya sedang di sini,” katanya.
Sementara itu, pendonor lain bernama Irwan mengatakan dirinya rutin mendonorkan darah karena merasa lebih sehat setelah melakukannya.
"Kalau tidak donor rasanya kepala tidak enak, badan terasa pegal. Kalau sudah lama tidak donor, biasanya tekanan darah juga mulai naik,” ceritanya.
Menurut Irwan, paket sembako yang diterima hanyalah bonus dari kegiatan yang sudah rutin ia lakukan. "Waktunya pas, kebetulan ada kegiatan seperti ini. Lumayan juga untuk dibawa pulang ke rumah, untuk anak-anak," katanya sambil tertawa. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com
Ikuti Kami











Komentar