Kalapas Kendal Jawa Tengah Terancam Sebagai Tersangka

JAKARTA, analisapost.com | Tewasnya Dicky Perdana anak usia 12 tahun setelah dianiaya dan dituduh mencuri HP di atas kapal KM Dharma Kencana Rute Surabaya Makasar oleh 6 orang tersangka mendapat atensi serius dari Arist Merdeka Sitait Ketua Umum Komnas Perlindungan anak. Sabtu (9/7/22)

Arist Merdeka mengatakan kasus penyiksaan anak hingga meninggal dunia ini harus segera diusut tuntas. Komnas Perlindungan meminta Polres Pelabuhan Makassar segera menangkap dan menahan 6 orang terduga pelaku untuk dimintai keterangan.


Penyiksaan anak hingga meninggal dunia ini merupakan kejahatan luar biasa yang patut diusut tuntas.


"Pemilik HP merupakan Kalapas Kelas II B kendal Jawa Tengah Rusdedy yang diduga pemicu terjadinya penganiayaan," kata Kuasa Hukum korban Nur Fajri, SH di Makassar.


"Diruangan itu nampak orang ngecas HP kemudian korban pinjam HP ibunya sambil ngecas sampai jam 12 malam, kemudian Rusdedy mendatangi korban yang sedang bersama ibunya di atas kapal itu.


Saat itu Kalapas Kendal mengaku kehilangan ponsel dan korban dituduh melakukan pencurian oleh sebab itu Nur Fajri kuasa hukum korban agar turut menetap Rusdedy sebagai tersangka.


Untuk mengungkap tabir penyiksaan yang mengakibatkan kematian Dicky, Komnas Perlindungan Anak menangkap dan menahan ke 7 yang telah ditetapkan Polres Pelabuhan Makassar termasuk Kalapas Kendal Rusdedy.


Komnas Perlindungan Anak meminta Polres Pelabuhan Makasar untuk menjerat terduga pelaku dengan ketentuan pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU Hak Asasi Manusia dengan ancaman 15 tahun penjara.


"Komnas Perlindungan Anak dengan tim penasehat hukum korban akan terus memantau dan memberikan pembelaan advokasi atas kematian Dicky dan meminta atensi dari Menteri Hukum dan HAM." tegas Arist. (Ist)



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com



8 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua