top of page

Kenal Wajahnya, Lupa Namanya? Ini Penjelasan Ilmiah dari Psikolog

SURABAYA - analisapost.com | Seseorang mungkin pernah mengalami situasi mengenali wajah orang lain, namun tidak mampu mengingat namanya. Fenomena ini, menurut psikolog perilaku di Abu Dhabi, Nasreen Shariff, berkaitan dengan cara otak memprioritaskan informasi yang dianggap penting.

Sering merasa wajah seseorang tampak familier, tetapi sulit mengingat namanya? Fenomena ini berkaitan dengan cara otak memproses dan menyimpan informasi
Sering merasa wajah seseorang tampak familier, tetapi sulit mengingat namanya? Fenomena ini berkaitan dengan cara otak memproses dan menyimpan informasi

Shariff menjelaskan, manusia cenderung menyimpan informasi yang relevan bagi dirinya. “Jika sebuah nama tidak dianggap penting pada saat itu, otak akan menganggapnya sebagai informasi yang tidak perlu disimpan dalam jangka panjang,” ujarnya.


Selain faktor prioritas, kondisi kurang fokus saat berkenalan juga berpengaruh. Distraksi lingkungan maupun pikiran yang tidak sepenuhnya hadir membuat proses penyimpanan nama menjadi tidak optimal.


Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa individu yang mudah mengingat wajah tetapi kerap lupa nama umumnya memiliki karakteristik tertentu.


Karakter orang yang suka ingat wajah tapi tidak ingat nama

Orang-orang yang terbiasa mengingat wajah tetapi lupa nama kemungkinan memiliki 5 karakter berikut ini:


1. Gaya belajar cenderung visual

Mengacu pada VegOut Magazine, individu dengan kecenderungan ini lebih mudah memproses informasi berbasis visual, seperti ekspresi wajah, warna mata, atau bentuk senyuman, dibandingkan informasi berupa suara seperti nama.


2. Fokus membangun hubungan emosional yang mendalam.

Saat berinteraksi, perhatian lebih tertuju pada percakapan, bahasa tubuh, dan ekspresi lawan bicara, sehingga aspek formal seperti nama menjadi kurang diperhatikan.


3. Pengamat yang jeli

Kemampuan mengenali ciri fisik, gaya berjalan, hingga perubahan ekspresi membuat mereka mampu mengenali seseorang meski dari kejauhan atau dalam kondisi ramai.


4. Hidup di masa sekarang dan kurang detail

Keterlibatan penuh dalam percakapan membuat mereka lebih mengingat pengalaman emosional dibanding detail spesifik seperti nama.


5. Cara kerja memori bersifat holistik, bukan terstruktur.

Mereka lebih mudah mengingat gambaran besar atau kesan umum dari seseorang, alih-alih menyimpan informasi secara rinci dan berurutan.


Dengan demikian, lupa nama bukan semata-mata tanda lemahnya ingatan, melainkan bagian dari cara otak memproses dan memprioritaskan informasi yang diterima saat berinteraksi. (Utm)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya