top of page

Ketika Wabah Penyakit Memaksa 1 Pulau Dikarantina Selama 48 Tahun

Diperbarui: 25 Apr 2022

Ns. PanjiKu

Gerakan Sadar Sejarah


Sepanjang kehidupan, dibelahan bumi manapun manusia tak luput dari kondisi sakit. Secara garis besar, penyakit yang diderita manusia terbagi menjadi dua, yaitu penyakit menular maupun tidak menular. Di luar dari kontroversinya, saat ini kita sedang berada dalam kondisi wabah Covid-19. Berbagai penanganan diupayakan untuk mengontrol penyebaran wabah ini, salah satunya dengan menerapkan kebijakan karantina.

Sedikit banyak dari kita yang terpapar wabah ini mungkin pernah mengalami karantina mulai dari hitungan pekan bahkan hingga hitungan bulan, tetapi ada sejarah yang pernah terjadi dimana 1 pulau dikarantina hingga puluhan tahun lamanya. Sejarah ini terjadi pada 24 April 1990, Michael Neubert jr. yang saat itu merupakan Menteri Pertahanan Inggris secara resmi menyatakan bahwa Pulau Gruinard, Skotlandia bebas dari penyakit anthraks setelah 48 tahun dikarantina.

Pulau Gruinard adalah pulau kecil berbentuk oval di Skotlandia dengan panjang sekitar 2 kilometer dan lebar 1 kilometer. Pulau Gruinard terletak di Teluk Gruinard yang titik terdekatnya dengan daratan berjarak sekitar 1 kilometer lepas pantai. Pulau itu berbahaya bagi semua makhluk hidup setelah dilakukan percobaan uji perang senjata biologis dengan bakteri antraks saat Perang Dunia II pada tahun 1942. Uji coba ini dipimpin oleh ilmuwan militer Inggris dari Departemen Biologi Porton Down. Strain antraks yang dipilih adalah jenis yang sangat virulen yang disebut dengan "Vollum 14578".

Uji coba itu dilakukan dengan membawa 80 domba ke Pulau Gruinard dan meledakkan bom berisi spora anthraks didekat domba tersebut ditambatkan. 80 Domba itu terinfeksi antraks dan mulai mati dalam beberapa hari setelah terpapar. Hasil uji coba itu menyimpulkan bahwa pelepasan besar spora antraks di kota-kota Jerman, akan dapat menjadikannya tak dapat dihuni selama beberapa dekade ke depan. Kesimpulan tersebut didukung oleh ketidakmampuan pemerintah Inggris untuk mendekontaminasi Pulau Gruinard setelah percobaan senjata biologis itu. Hal itu dikarenakan spora anthraks bertahan cukup tahan lama dari proses dekontaminasi.

Selama bertahun-tahun, proses dekontaminasi dianggap terlalu berbahaya dan mahal untuk mengembalikan akses publik ke Pulau Gruinard. Pada akhirnya, Pulau Gruinard dikarantina tanpa batas waktu & kunjungan ke pulau itu dilarang, kecuali untuk pemeriksaan berkala. Mulai tahun 1986, upaya yang gigih dilakukan untuk mendekontaminasi pulau itu dengan menyemprotkan 280 ton larutan formaldehida yang diencerkan dengan air laut ke seluruh bagian Pulau Gruinard seluas 196 hektar.

Pada tanggal 1 Mei 1990, pulau itu dibeli kembali oleh ahli waris dari pemilik aslinya dengan harga jual asli £ 500. Hal itu dilakukan setelah Pulau Gruinard dinyatakan aman dari sekawanan domba yang tetap sehat setelah ditempatkan di pulau itu sebelumnya. Sejarah karantina wilayah ini juga mengingatkan kita tentang hadits yang disabdakan Nabi Muhammad SAW 14 abad silam, yaitu

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya.Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Itulah salah satu sejarah yang terjadi pada 24 April 1990. Sejarah lain yang terjadi pada tanggal yang sama (24 April) dari waktu ke waktu, saya ulas pada link berikut :


Ulasan singkat (highlight)

https://www.youtube.com/shorts/Qsb6Qjkq_UM


Ulasan lengkap

https://www.youtube.com/watch?v=hxWaE3pnsQ8


Semoga Bermanfaat

Salam Hormat

1.107 tampilan0 komentar