Festival "Sejarahku Sejarahmu" Dapena Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini
- analisapost

- 9 Nov 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Nov 2025
SURABAYA - analisapost.com | Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, Yayasan Dana Perguruan Nasional (DAPENA) menggelar Festival Sejarah bertajuk “Sejarahku Sejarahmu” di halaman SMP Dapena Surabaya, Jalan Sumatra No. 112–114, pada Sabtu (8/11/25).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk nyata kontribusi dunia pendidikan dalam menjaga dan merawat budaya lokal di tengah arus modernisasi. Festival tersebut diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelompok PPT hingga SMA, dengan beragam lomba bernuansa sejarah.
Koordinator Divisi Kurikulum Yayasan DAPENA, Istuningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa.
"Anak-anak itu sangat lemah pemahamannya tentang sejarah, sementara kami menyadari bahwa karakter kebangsaan dan patriotisme menjadi bagian penting yang dibutuhkan oleh mereka di masa depan,” ujar Istu kepada awak media AnalisaPost.
"Dari keprihatinan itulah, kami mengambil tema Festival Sejarah ini supaya kami punya kesempatan berkontribusi dalam membentuk kesadaran sejarah. Kami ingin anak-anak menyimpan rekaman kecil di memorinya bahwa sejarah adalah bagian dari cita-cita bangsa Indonesia, dan sejarah tidak akan pernah berhenti sampai di sini,” tambahnya.
Selain menanamkan nilai sejarah, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi bagi Sekolah DAPENA kepada masyarakat luas.

"Kami juga ingin memperkenalkan diri kepada masyarakat. Bahkan, bagi orang tua yang mendaftarkan anaknya ke Sekolah Dapena hingga 30 Desember, kami memberikan potongan sumbangan pembangunan,” jelas Istu.
Festival Sejarah "Sejarahku Sejarahmu" ini merupakan tahap kedua dari rangkaian peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Sebelumnya pada tanggal 29 Oktober 2025, DAPENA telah menyelnggarakan kegiatan kunjungan ke tiga situs bersejarah di Surabaya, yakni Makam W.R. Supratman, Rumah Pergerakan H.O.S. Tjokroaminoto di Jalan Peneleh, dan Museum 10 November di Tugu Pahlawan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajak menulis karya tulis bertema sejarah sebagai bentuk refleksi atas perjalanan perjuangan bangsa.
Festival ini diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk kelompok PPT, digelar lomba finger painting, TK mengikuti lomba mewarnai dan baca puisi, SD berpartisipasi dalam pidato dan story telling, sedangkan SMP dan SMA mengikuti lomba karya tulis sejarah.
Penilaian lomba dilakukan oleh tim juri dengan kriteria yang disesuaikan dengan karakteristik tiap cabang lomba.
"Kriteria pemenang sudah kami rumuskan sesuai standar kompetensi masing-masing jenis lomba. Misalnya bagaimana membaca puisi yang baik, menulis karya ilmiah yang ideal, dan sebagainya,” terang Istu.

Daftar Pemenang Festival Sejarah “Sejarahku Sejarahmu
A. Lomba Karya Tulis (24 peserta)
Terbaik SMP
Gloria / Cecelia
Zakina / Princes
Terbaik SMA
Valencia / Carmenia
B. Lomba Baca Puisi (32 peserta)
Terbaik TK: Zhafeena Laysha - TK Aisyiyah 42
Terbaik SD: Kirana - SDN Kertajaya 5
Terbaik SMP: Samara Laksono - SMP Mardisunu
C. Lomba Pidato (10 peserta)
Terbaik SD: Kirana L - SD Kertajaya 5
D. Lomba Story Telling (12 peserta)
Terbaik SD: Sania - SD Muhammadiyah 10
E. Lomba Finger Painting (21 pasang peserta)
Terbaik:
Kenzo Faeyzah Alkaaf
Al Mubarok
Jasper Gavino Alam
F. Lomba Mewarnai (35 peserta)
Terbaik:
Citra - TK Tunas Harapan
Nikeyla - TK Airlangga
Syaidatina - TK Bakat Remaja
Melalui Festival Sejarah ini, pihak DAPENA juga berharap dapat membangkitkan kembali seksistensi sekolah di tengah masyarakat.

"Kami ingin menegaskan bahwa sekolah DAPENA masih ada dan terus berkontribusu bagi pendidikan. Beberapa waktu lalu sempat muncul pertanyaan dari masyarakat, apakah DAPENA masih aktif. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukan bahwa kami masih ada dan terus berkiprah," pungkas Istu.
Dengan semangat memperingati Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, Yayasan DAPENA berharap kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna bagi anak-anak untuk mencintai sejarah bangsanya.
"Harapan kami, pengalaman kecil hari ini tertanam dalam memori anak-anak bahwa sejarah adalah sesuatu yang perlu mereka pahami dan hayati bersama,” tutup Istu. (Dna/Che)
Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com klik link ini jangan lupa di follow.





Komentar