top of page

Khawatir Penyakit Kuku dan Mulut, Peternak di Kudus Tak Datangkan Sapi Dari Luar

KUDUS - analisapost.com | Penyebaran penyakit pada sapi yang menunjukkan gejala penyakit kuku dan mulut beberapa daerah Jawa Tengah terus meluas. Peternak sapi perah di Kudus, Jawa Tengah pun sementara tidak mendatangkan sapi dari luar daerah. Sabtu (14/5/22)

"Memang mengkhawatirkan tapi kita sementara tidak mendatangkan sapi dulu, karena penyakit yang cepat menular," jelas Peternak sapi perah Sumber Barokah Desa Garung Lor Kecamatan Kaliwungu, Zainal Abidin (50) kepada wartawan saat ditemui di lokasi.


Zainal merupakan salah satu peternak sapi perah di Kudus. Biasanya dia mendatangkan sapi perah dari Boyolali. Pihaknya pun kini merasa waswas dengan adanya penyakit kuku pada mulut sapi itu.Sebab jika sapi perah terjangkit penyakit itu, maka tidak bisa memproduksi air susu.


"Kita antisipasi saja kalau ada gejala seperti demam, kita awasi, kita antisipasi saja kita langsung menghubungi petugas dari dinas. Semoga Kudus tidak ada," ujar Zainal.


Zainal memiliki 19 sapi perah. Setiap hari dia mampu memproduksi 10 liter per ekornya. Jika ditotal ada 190 liter susu per harinya. "Saya memiliki 19 ekor sapi perah. Ini sapi perah semua, siap perah. Produksi sekarang kira-kira hampir 10 liter per ekornya," ujar dia.


"Itu standar karena memacu suhu, harus segitu terus, kalau turun kita akan tukar tambah. Tapi sementara ini ditunda dulu karena ada masalah sampai kondisi stabil lagi, saling menghubungi dari dinas peternakan kalau dikira sudah aman baru mendatangkan lagi dari Boyolali," sambung Zainal.


Zainal mengaku memasarkan susu perahannya di beberapa perumahan diKudus. "Setiap satu liternya saya jual seharga Rp 20 ribu per liter, perhari produksinya 180 liter,"terangnya.


Kesempatan yang sama, Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Sidi Pramono mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan di sejumlah kandang hewan di Kudus. Hasilnya belum ditemukan penyakit kuku dan mulut sapi di Kudus.


"Setiap hari tracing ke kandang-kandang dan pedagang yang kita belanja dari ternak Jawa Timur. Kita muter beberapa tempat. Kita jadwalkan juga di daerah Kaliwungu. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan mulut dan postur tubuh. Alhamdulilah kita belum menemukan PMK di Kudus sampai hari ini," Jelas Sidi mengakhiri percakapannya dengan awak media Analisa Post.(Roy)

10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
FLayer web.png
bottom of page