top of page

Kisah Pilu Pedagang Mainan Gagal Umroh

Diperbarui: 19 Mar 2023

SURABAYA - analisapost.com | Sekitar pukul 10.00 WIB puluhan warga tampak memenuhi kantor umrah Tour &Travel Arofahmina yang berada di jalan RA.Kartini No.84, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Sabtu (18/3/23). Kedatangan mereka ingin menayakan kejelasan terkait keberangkatan ibadah yang telah dibayarkan.

Mbah Sukarmin (68) Tahun warga Lamongan yang gagal berangkat umroh (Foto: Div)

Salah satunya Mbah Sukarmin (68) Tahun warga Lamongan. Dia datang ingin menanyakan kejelasan jadwal keberangkatan umrahnya yang telah didaftarkan melalui Tour &Travel Arofahmina.


"Saya sudah dua tahun nabung dari jual mainan di pinggir jalan pingin berangkat umroh, sedih kulo ngih gelo (sedih saya, kesal). Kasihani mbah,"ceritanya dengan mata berkaca-kaca kepada awak media Analisa Post meskipun di tutupi dengan senyumnya.


Keberangkatan yang dijanjikan dengan biaya yang tidak sedikit kurang lebihnya 25 juta perorang, ternyata harus menerima berita yang menyakitkan.


Dari informasi yang didapatkan awak media Analisa Post, sekitar 700 jemaah yang gagal di berangkatkan pada Januari di tunda alasannya covid. Awalnya Direktur Utama PT Arofahmina Umroh dan Haji Plus, Heri Wibowo menyanggupi membayar kembali atau mengembalikan uang calon jemaah.


"Masalah gagal berangkat umroh ini sudah dari tahun 2019 mas, tapi sampai sekarang kok tidak ada kejelasannya. Katanya sih harga naik. Kalaupun bisa harga pasti mahal," ujar salah satu calon jemaah menirukan dengan nada kesal.

"Puncaknya itu minta tambah biaya biar bisa berangkat, tapi sampai sekarang kita tidak berangkat. Yang datang ini tidak cuma dari Surabaya saja, seperti saya dari Lamongan datang kesini mau minta pertanggung jawabannya. Kita juga malu sama tetangga, karena sudah pamit," imbuh wanita berjilbab ini dengan nada marah bercampur sedih di sampaikan ke awak media Analisa Post sore itu.


Ketegangan terjadi saat proses mediasi antara puluhan calon jamaah umroh yang gagal dan ditunda keberangkatannya oleh Pihak Travel & Tour Arofahmina dengan alasan kepadatan yang terjadi di Mekkah maupun di Madinah, sehingga sangat sulit bahkan tidak bisa booking. Merasa di tipu, para calon jemaah meminta manajemen segera mengembalikan uang mereka.


Direktur Utama Travel & Tour Arofahmina, Heri Wibowo mengatakan dalam surat keputusan yang di bacakan pada sore hari ia mengaku akan bertanggungjawab atas tuntutan calon jemaah yang meminta keberangkatan atau fefund uang yang telah dibayarkan.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

669 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page