top of page

Komnas Perlindungan Anak: Libatkan Anak Dalam Usulan Musrenbang Surabaya Apakah Sudah Efektif?

Diperbarui: 1 Apr 2023

SURABAYA - analisapost.com | Bentuk partisipasi dalam memberikan masukan dan gagasan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) merupakan perkembangan atas komunikasi, informasi dan teknologi dimana dapat menciptakan sebuah inovasi.

Salah satu partisipan dalam memberikan masukan dan gagasan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) (Foto: Dokpri)

Namun pelibatan anak-anak dalam ruang partisipasi pembangunan mulai tingkat kelurahan sampai hak anak adalah sebuah keniscayaan dalam pemenuhan kebutuhan anak dan pelaksanaan konvensi hak anak untuk berpartisipasi dalam membangun kota Surabaya.


Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya, Syaiful Bachri,SP mengatakan "Dari pengamatan saya ada beberapa yang memang sudah terjadi hal ini bisa dibuktikan dengan adanya keterlibatan anak di bidang lingkungan hidup, melibatkan pihak Non-Govermental Organization (NGO) dan swasta serta dari elemen masyarakat peduli lingkungan yang selalu melibatkan anak-anak ikut berperan serta di dalamnya. Ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kegiatan yang dirancang dan diusulkan oleh Kota Surabaya memang sudah berjalan," ujarnya.


"Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah, tidak meninggalkan fitrah mereka sebagai anak sesuai daya minat serta kemampuannya dan bukan cuma sebagai object dalam kepentingan sesaat. Terlebih lagi dalam pemberian apresiasi untuk anak prestasi yang dari kalangan diluar MBR dan Gamis, karena semua anak punya Hak sebagai anak Surabaya Hebat," jelasnya.

Sebagai kota yang mendapatkan predikat toleran, Surabaya sedang berproses menjadi kota humanis karena memperlakukan warganya dengan baik.


Melibatkan forum anak Surabaya dalam setiap jenjang ruang partisipasi pembangunan mulai dari tingkat kelurahan sampai dengan tingkat kota merupakan hal baik.


Tentang apa yang harus dikembangkan adalah bagaimana anak tetap bisa berkontribusi sesuai dengan usianya sesuai dengan bakatnya serta sesuai dengan minatnya banyak sekali yang terjadi. Saat ini adalah anak hanya menjadi objek tanpa mereka bisa melakukan sesuatu menurut dengan pemikiran yang ada di dalam pemikiran mereka sesuai dengan usia.


Untuk ke depannya perlu peran serta secara aktif dengan melibatkan semua elemen yang bertindak dan peduli terhadap perlindungan dan pengembangan anak serta dari unsur-unsur pemerintahan yang ada mulai dari level RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan sampai dengan titik yaitu di Kota Surabaya.


"Untuk itu saran kami adalah mengajak pemberdayaan dari masing-masing Pokja yang ada di setiap level terutama tentang perlindungan perempuan dan anak serta pengembangan untuk jati diri anak Kota Surabaya," tutupnya mengakhiri.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

Comments


bottom of page