Lestarikan Budaya Lokal Secara Turun Menurun


Foto : Dokpri

LAMTENG - analisapost.com | Mempertahankan budaya itu tidak mudah. Diera digitalisasi ini semua dilakukan secara online. Sehingga budaya pun begitu mudah masuk.


Jangan budaya kita tergerus oleh jaman. Kearif lokal wajib dipertahankan. Oleh katena itu ketika ada Daerah yang menjalankann tradisi budaya layaknya dapat dukungan penuh dari Pemerintah setempat.


Seperti yang dilakukan oleh Warga pada Hari Senin (22/11/2021). Masyarakat Kampung Negara Kemakmuran Kecamatan Hulusungkai

Kabupaten Lampug Utara masih tetap menjalankan adat istiadat budaya Lampung.

Foto : Dokpri

Di mana Napak iring iringan tigoh adat dan masyarakat dengan piranti umumnya menggunakan Pakaian adat budaya Lampung


Menurut salah satu tokoh adat yang berhasil ditemui Analisa Post dan berinisial RD berkata acara ini sudah turun menurun dari nenek moyang sampai ke anak cucu.


Yang mana sebelum dilangsungkanakan pada nikah ijab kabul wajib kedua belah pihak dari pengantin lelaki sampai ke perempuan untuk melaksanakan acara adat terlebih dahulu.


Yaitu mengambil julukan atau pun gelar

Karena sudah menjadi warisan nenek moyang kami dahulu kala ujarnya.


Selain dari pada adat budaya Lampung

Ada ciri khas tersendiri yang berbeda dengan adat budaya lain meliputi:

Canggot agung, Tari melinting dan Betawi.


Kesemuanya itu wajib di laksanakan bagi warga masyarakat Lampung umumnya.


Dalam bahasa Daerah Begawi memiliki makna bekerja.


Berbeda bagi masarakat Lampung

Begawi punya arti mengambil Pakat atau Gelar; contoh gelar tersebut Sutan.


Cuma untuk mendapatkan gelar tersebut tidak mudah. Banyak proses yang harus dilalui diantaranya :

Memotong hewan hidup yaitu umum(kerbau), Yang di pakai untuk pengambilan Gelar.(Ilham)

452 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua