Lewat Pondok Kurasi, SDM Unggul Dan Berdaya Saing

SURABAYA - analisapost.com | Pondok Kurasi merupakan salah satu program inovasi unggulan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur ditujukan untuk Industri Kecil Menengah (IKM) yang hari ini di gelar pada hari Sabtu (24/9/22) di Maspion Square Jl. Ahmad Yani no 73, Margorejo Surabaya mulai pukul 09.00.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Drajat Irawan saat mengunjungi stand (Foto: Div)

Sebagai pelaku bisnis yang selalu dihadapkan dengan banyak tantangan, salah satunya adalah pemasaran, maka dibutuhkan strategi guna memperluas jangkauan pasar atas produk. Sebagai tulang punggung ekonomi Jatim yang harus didorong dan kembangkan terutama dalam mencarikan akses pasar produk.


Hadirnya event ini di buka langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Drajat Irawan beserta jajaran terkait, dengan adanya layanan konsultasi ada Kadin Institute khusus pelatihan dan sertifikasi kompetensi, BSN sebagai informasi standarisasi dan penilaian kesesuaian, BPOM sebagai konsultasi perijinan dan produk, Bank UMKM Jatim, Surveyor Indonesia, Export Centre Surabaya, dan Kemenkumham, disambut dengan antusias oleh masyarakat.


Dibentuknya tim Pelaksana Pondok Kurasi untuk mengkoordinir kurasi di wilayah Jawa Timur, UKM/IKM Jawa Timur tidak perlu khawatir jika ingin mendapatkan sertifikat kurasi produk secara mudah, serta berkualitas, meski ditengah kebijakan pembatasan.


Pondok Kurasi yang juga sebagai media bagi UKM/IKM Jawa Timur melalui proses vertifikasi terintegrasi produk sesuai standar yang di berlakukan sehingga tercipta produk yang berkualitas, teruji dan selektif.

Para pelaku IKM yang telah terdaftar di pondok Kurasi akan difasilitasi proses kurasinya oleh kurator. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Drajat Irawan.


"Untuk mengikuti proses kurasi, bagaimana produk itu bisa berdaya saing, pelaku IKM cukup mendaftarkan produk unggulannya melalui pelaksana. Dengan demikian berarti ada upaya-upaya peningkatannya melalui kurasi." ujarnya kepada awak media Analisa Post saat dikonfirmasi.


"Karena di kurasi itu akan di cek list mulai dari ijinnya, sertifikatnya, ijin edar, merek dll ketika barang tersebut sudah masuk ke pondok Kurasi dan di assesment para kurator, otomatis ada nilai tambah bisa masuk ke pasar lebih leluasa dan lengkap dipasar dalam negeri dan pasar luar negeri karena sudah ada brandingnya." imbuh pria yang memiliki hobby touring.


"Dalam hal ini kita bersinergi bagaimana para kurator yang ada dipondok kurasi bisa mendampingi agar kita tahu, kurangnya apa ketika masuk pasar ekspor. Diharapkan pada akhirnya secara global, secara makro akan tumbuh ekonomi, menciptakan lapangan kerja, peningkatan lapangan kerja. Yang penting adalah produk kita di terima diberbagai pasar global." tutupnya sembari berkeliling ke setiap stand untuk mendengar dan mengenal produk peserta yang di hasilkan.

Sementara Slamet Husnan Hariyadi, SP Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan perdagangan Kota Malang mengatakan,"Dalam rangka meningkatkan daya saing produk dari Industri Kecil Menegah (IKM) dan juga produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang masing-masing Kabupaten Kota memiliki potensi untuk dikembangkan." ucapnya.


"Kalau di Malang sudah di bentuk rumah kurasi. Kami biasa mengatakan Hamur (rumah) Kurasi. Sedangkan Provinsi sebagai koordinator bekerjasama dengan kamar dagang industri. Hal tersebut di lakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur mengangkat derajat Industri Kelas Menengah untuk lebih di kenal." jelasnya.


"Ini sangat membantu sekali bagi pelaku indusutri bisa terbantu sehingga produk yang di hasilkan bisa laku di tingkat nasional maupun internasional. " tutupnya mengakhiri perbincangan dengan awak media Analisa Post.


Pondok Kurasi yang menghadirkan beberapa produk lokal seperti makanan, minuman, Bank Jatim, Balai Pom hingga Garam beryodium merk Kapal.


Melalui program Pondok Kurasi, diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas baik pasar lokal maupun pasar ekspor.

Disisi lain Direktur Utama PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, sebagai pelopor produsen garam beryodium yang berdiri sejak tahun 1977, mendukung kegiatan Pondok Kurasi. Menurutnya Program Pondok Kurasi sangant membantu IKM karena memberikan edukasi.