"Long-Acting Antibody AZD7442" Penetralan Terhadap Varian Omicron Termasuk BA.2

JAKARTA - analisapost.com | Data baru praklinis menggunakan virus 'hidup' otentik dari Washington University School of Medicine menunjukkan bahwa AZD7442 (tixagevimab dikemas bersama dengan cilgavimab)  mempertahankan aktivitas penetral yang kuat terhadap subvarian Omicron SARS-CoV-2  BA.2 yang muncul dan sangat menular.1 Data juga menunjukkan bahwa AZD7442 mempertahankan aktivitas melawan Omicron BA.1 dan BA.1.1

Michael S. Diamond, MD, PhD, The Herbert S. Gasser Professor, Departments of Medicine, Molecular Microbiology, Pathology & Immunology, Universitas Washington, AS(Foto: Istimewa)

Selain itu, data penelitian in vivo (organisme hidup) yang dihasilkan menggunakan tikus yang  diinfeksi Omicron BA.1, BA.1.1 dan BA.2 menunjukkan bahwa AZD7442 secara signifikan  mengurangi beban virus dan membatasi peradangan di paru-paru untuk ketiga subvarian.1 Peningkatan muatan virus SARS-CoV-2 dikaitkan dengan peningkatan keparahan dan  kematian penyakit serta kondisi pasca-COVID (COVID yang berkepanjangan). Studi ini menggunakan model tikus transgenik untuk mengevaluasi AZD7442 dalam  profilaksis pra-paparan (pencegahan) COVID-19, mirip dengan bagaimana AZD7442  digunakan di klinik. Data ini merupakan data in vivo pertama yang mengevaluasi khasiat  AZD7442 terhadap varian Omicron dibandingkan dengan uji aktivitas penetralan in vitro sebelumnya dalam sel yang dikultur. Temuan Universitas Washington ini dilaporkan secara online di bioRxiv, server pracetak  (preprint server).


Michael S. Diamond, MD, PhD, The Herbert S. Gasser Professor, Departments of Medicine, Molecular Microbiology, Pathology & Immunology, Universitas Washington, AS, mengatakan: “Data model tikus in vivo baru ini mengkonfirmasi hasil aktivitas netralisasi in vitro sebelumnya  untuk AZD7442 melawan Omicron. Temuan menunjukkan bahwa AZD7442 efektif dalam  melindungi terhadap infeksi di paru-paru, lokasi yang kritis untuk COVID-19 yang parah, di  semua subvarian Omicron yang diuji 7 "

John Perez, Senior Vice President, Head of Late Development, Vaccines & Immune Therapies, AstraZeneca, mengatakan: “Data penting ini menunjukkan bahwa AZD7442 mengurangi beban virus dan membatasi peradangan yang disebabkan oleh Omicron. Temuan lebih lanjut mendukung AZD7442 sebagai opsi penting yang potensial untuk membantu melindungi pasien yang rentan seperti pasien dengan gangguan kekebalan yang dapat mengalami kondisi yang buruk jika mereka terinfeksi COVID-19.” Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini kasus BA.2 telah diidentifikasi di 85 negara, dengan prevalensi yang meningkat di beberapa bagian dunia. AZD7442 telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di AS dan beberapa negara lainnya untuk profilaksis (pencegahan) pra-paparan COVID-19. AZD7442 dapat  diberikan pada populasi rentan yang memiliki kondisi medis tertentu ataupun sedang  menerima obat atau perawatan menggunakan imunosupresan serta mereka yang mungkin tidak dapat membentuk kekebalan yang memadai terhadap vaksinasi COVID-19, termasuk  orang-orang yang tidak direkomendasi untuk divaksinasi COVID-19. (hafiz mabrur).


256 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua