Lotus Art Courses dan Konsulat Jepang Surabaya Gelar Lomba Lukis Cerita Rakyat Dua Negara
- analisapost

- 6 hari yang lalu
- 4 menit membaca
SURABAYA - analisappst.com | Lotus Art Courses bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya menyelenggarakan lomba lukis anak dan remaja tingkat Jawa Timur dengan tema "Cerita Rakyat Jepang dan Indonesia".

Puncak acara penyerahan penghargaan (Award Ceremony) digelar pada Kamis, 30 April 2026 pukul 15.30 WIB di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya.
Founder Lotus Art Courses, I putu Mahendra D.P.,S.Ds menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini untuk keempat kalinya.
"Kami sangat senang dapat kembali berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya pada edisi keempat tahun ini,” ujarnya kepada awak media AnalisaPost.
Menurutnya, tema cerita rakyat dipilih karena Indonesia dan Jepang memiliki sejarah panjang peradaban serta kekayaan sastra budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
"Hal ini menjadi menarik ketika diangkat secara naif dan kreatif melalui karya anak dan remaja, dengan antusiasme peserta yang semakin luar biasa,” tambahnya.
Putu juga mengapresiasi semangat para peserta yang dinilai sangat tinggi. Menurutnya, proses penilaian tidak mudah mengingat kualitas karya yang beragam dan menarik.
Dari 250 karya yang masuk tingkat Jawa Timur, ada 15 karya terpilih. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian tema, komposisi, pemilihan warna, karakter gambar, teknik, hingga keunikan masing-masing karya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas sekaligus rasa percaya diri anak-anak dalam berkarya seni, serta menumbuhkan kesadaran akan kekayaan cerita rakyat di kedua negara.
Kurasi karya dilakukan oleh Satria Wicaksana, yang menilai aspek kreativitas, teknik, serta interpretasi tema yang diangkat oleh para peserta.
“Selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan karya terbaiknya. Kalian adalah generasi hebat yang berani berkarya dan mengekspresikan diri. Teruslah berkarya tanpa batas,” tuturnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas karya peserta. Ia mengaku terkesan dengan kemampuan peserta dalam merepresentasikan budaya kedua negara melalui karya lukis.
“Saya sangat senang dapat kembali menyelenggarakan lomba menggambar ini bersama Lotus Art Courses untuk keempat kalinya. Kami menerima banyak karya luar biasa dengan tema cerita rakyat Jepang dan Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat hubungan kedua negara. “Saya meyakini bahwa pertukaran dan saling pengertian di antara anak-anak yang akan memimpin masa depan hubungan Jepang dan Indonesia sangatlah penting. Saya berharap generasi muda semakin menaruh minat terhadap hubungan kerja sama Jepang–Indonesia melalui lomba menggambar ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta dapat berperan sebagai penghubung di masa depan. “Saya juga berharap para peserta dapat menjadi jembatan persahabatan antara Jepang dan Indonesia di berbagai bidang pada masa mendatang,” tutupnya.
Antusiasme juga datang dari salah satu pemenang, Naisyah Prameswari asal Jember, yang meraih penghargaan melalui karya berjudul The Survivor. Ia mengaku terinspirasi dari berbagai referensi visual, termasuk karya seni dan film animasi.
"Awalnya Naisya binggung, terus lihat dari film kartun. Paling suka gambar Putri karena lucu,” ungkapnya kepada awak media AnalisaPost.
Sang ibu Oktiar Kusumawardani pun sempat menggelak tawa. Ia menyebut tema gambar memang ia bantu memilihkan terinspirasi dari gambar Van Gogh selain putrinya suka nonton film kartun.
Ia selalu arahkan putrinya sesuai kreativitas anak. Meski ada tantangan terkait mood seorang anak, namun itu bisa teratasi hingga tercipta karya menarik.
"Saya berterima kasih pada Lotus Art dan Konjen Jepang. Harapannya bisa meningkatkan kreativitas anak dan lebih pe-de dan lebih variatif,” tandasnya.

Adapun daftar pemenang dibagi dalam tiga kategori usia, yakni:
Kategori A (Usia 5–7 tahun):
Ryu Marcello Sie, karya dengan judul Small in Size, Huge in Courage
Abigail Kayla Pawitan Sudarma, karya dengan judul Wave Until I’m Gone
Arsakha Rasydan Ahnaf, karya dengan judul Hanoman & Momotaro Berpetualang Bersama
Miratussany Mahiera P, karya dengan judul 7 Bidadari (Joko Tarub & Nawang Wulan) Bermandikan Cahaya Bulan dengan Putri Kaguya
Michella J Tongku, karya dengan judul Sadako is Helping Timun Mas
Kategori B (Usia 8–11 tahun):
Alesha Khaliluna P, karya dengan judul Persahabatan Putri Mandalika dan Princess Otohime di Dasar Laut
Naisyah Parameswari, karya dengan judul The Survivor
Abiyan Mars Dandelion, karya dengan judul Timun Mas dan Momotaro
Gempita Rizkya Ramadhani, karya dengan judul Gatotkaca Punya Sayap, Momotaro Punya Sahabat: Terbang Tinggi Keliling Dunia
Yovita Michaela Permatasari, karya dengan judul Pertemuan Dua Ratu Legenda
Kategori C (Usia 12–15 tahun):
Devara Kenzie Archieawan, karya dengan judul Sari dan Inari: Padi dan Janji Kemakmuran
Sebastian Tan, karya dengan judul Musashi dan Sakera
Clive Alexander Wang, karya dengan judul Jaka Tarub, Nawang Wulan dan Hagoromo
Muhammad Fakhry Nafi Abdillah, karya dengan judul Panggung Dua
Talia Tirza, karya dengan judul Kappa and Buto Ijo: The Legendary Cucumber Lovers
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan dari Konjen Jepang Takonai Susumu, penyerahan medali untuk 15 karya terbaik dari tiga kategori usia yang diberikan Founder Lotus Art Courses, I putu Mahendra D.P.,S.Ds, sertifikat oleh Satria Wicaksana, serta suvenir tote bag oleh Linda dari Leeven & Co juga di suport SLB Harapan Bunda Surabaya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama para pemenang. (Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar