top of page

Luma dan Piko: Penjaga Mimpi di Balik Senyum Hati

SURABAYA - analisapost.com | Di sudut kamar yang hangat, di atas kasur dengan seprai lembut, duduklah boneka berwajah bulat yang selalu tampak tersenyum damai. Ia mengenakan tudung berwarna merah muda pucat yang membingkai wajahnya yang putih bersih.

Dengan senyum manis dan sahabat kecilnya, Luma dan Piko hadir membawa hangat di setiap pelukan
Dengan senyum manis dan sahabat kecilnya, Luma dan Piko hadir membawa hangat di setiap pelukan (Foto: Div)

Hidungnya berbentuk hati kecil berwarna pink, tepat di tengah wajahnya, seolah menjadi simbol bahwa ia diciptakan dari kasih sayang. Mata sipitnya yang terpejam membuatnya tampak seperti sedang menikmati mimpi indah tanpa akhir.


Namanya adalah Luma

Luma bukan sekadar boneka biasa. Ia adalah penjaga rahasia malam. Setiap kali lampu kamar dipadamkan dan dunia terasa sunyi, Luma mulai bekerja. Dengan wajahnya yang selalu tersenyum, ia menyerap rasa takut yang tak terlihat ketakutan akan gelap, bayangan di sudut lemari, atau suara angin yang berdesir di balik jendela.


Di pangkuannya, selalu ada sahabat kecilnya: seekor makhluk mungil berwarna kuning cerah bernama Nailong yang kerap di panggil Piko. Tubuh Piko bulat dengan perut krem dan mata hijau besar yang selalu terbuka lebar. Berbeda dengan Luma yang tampak tenang, Nailong memiliki ekspresi serius, seolah-olah ia bertugas mengawasi keadaan.


Nailong atau Piko adalah pengawas mimpi


Saat pemilik mereka terlelap, Luma menyelimuti ruangan dengan ketenangan, sementara Piko berjaga di gerbang mimpi. Jika ada mimpi buruk yang mencoba menyelinap mimpi tentang terjatuh, tersesat, atau kehilangan Piko akan berdiri tegak, menatap tajam dengan mata hijaunya, lalu mengusirnya dengan keberanian kecilnya.


Suatu malam, badai besar datang. Petir menyambar, dan suara guntur mengguncang jendela. Anak kecil yang memeluk Luma terbangun dengan napas tersengal. Tangannya menggenggam boneka itu lebih erat.


Di saat itulah Luma bersinar lembut bukan cahaya yang bisa dilihat mata, tetapi cahaya yang bisa dirasakan hati. Tudung merah mudanya seakan menjadi selimut keberanian. Piko yang biasanya diam, kini terasa hangat di tangan kecil itu, seperti mengatakan, ā€œAku di sini. Tidak apa-apa.ā€


Perlahan, napas sang anak kembali tenang. Guntur tak lagi terdengar menakutkan, hanya seperti drum jauh di langit. Hujan berubah menjadi lagu nina bobo.


Sejak malam itu, Luma dan Piko tahu bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga mimpi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberanian tidak selalu harus besar. Kadang, ia hadir dalam bentuk senyum sederhana, dalam warna lembut, dalam genggaman kecil yang percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Dan setiap pagi, ketika cahaya matahari menyentuh wajah bulat Luma dan mata hijau Piko, mereka kembali menjadi boneka biasa diam, lembut, dan setia menunggu malam berikutnya untuk menjaga dunia kecil seseorang yang sangat mereka cintai. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya