top of page

Mengenal Ikat Kepala Khas Sidoarjo

SIDOARJO - analisapost.com | Seperti daerah lain yang ada di Indonesia, masyarakat di Jawa Timur khususnya Sidoarjo memiliki busana tradisional. Udeng Pacul Gowang adalah bagian dari busana tradisional Sidoarjo yang digunakan oleh kaum pria. Sabtu (27/8/22)

Dilatarbelakangi kurang geliatnya budaya Sidoarjo yang semakin tertimbun jaman, membuat Inisiatif kecil muncul.


Dengan menggandeng Yayasan Kampung Lali Gadget sebagai salah satu pengrajin atau produsen Udeng Pacul Gowang, SMPN 4 Sidoarjo berjuang mengadakan tahapan-tahapan pelatihan. Mulai dari melatih guru dan tenaga kependidikan sebagai fasilitator, hingga siswa sebagai tutor sebaya.


Menurut Achmad Irfandi pendiri Kampung Lali Gadged mengatakan," Kabupaten Sidoarjo mempunyai blangkon atau ikat kepala yang khas di sebut Udeng Pacul Gowang. Hanya saja banyak masyarakat tidak tau."ceritanya beberapa waktu lalu kepada awak media Analisa Post


"Penutup kepala ini mempunyai ciri khas diatas ada lubang dan dilengkapi dengan variasi bagian belakang dengan dua lipatan yang berdiri seperti Pacul Gowang atau cangkul."ujarnya.


Pria 29 tahun ini yang senang dengan anak-anak dan juga sebagai founder Gerakan Darjoisme mengatakan, "Untuk jaman sekarang sudah tidak susah lagi orang-orang menggunakan udeng. Seperti udeng Pacul Gowang ini bisa langsung pakai. Kita bisa memakai dengan mudah.” paparnya.


Pria muda ini juga sempat menjelaskan bahwa di Sidoarjo tidak banyak pengerajin udeng hanya tersisa lima perajin di Kecamatan Wonoayu yang bisa membuat udeng Pacul Gowang.


"Berharap dengan adanya Gerakan Cinta Budaya Sidoarjo, melalui pembuatan Udeng Pacul Gowang khas Sidoarjo tumbuh rasa memiliki yang kuat terhadap produk budaya khususnya Udeng Pacul Gowang ini. Sehingga kebudayaan yang kita milki tidak tertimbun jaman, sehingga mereka tahu dan melestarikannya." Tutup Irfandi saat dikonfirmasi yang di sampaikan melalui whatsapp.


Even pembuatan udeng massal yang akan di gelar di SMPN 4 Sidoarjo jl. Suko Kecamatan Sidoarjo, puncaknya pada tanggal 31 Agustus 2022 nanti, terhitung 1300 warga sekolah termasuk walimurid dan tokoh masyarakat akan ikut berpartisipasi. Tentu capaian ini menjadi yang pertama dan terbanyak. Sebab siswa membuat dengan hasil karya sendiri, dan pastinya kebanggaan akan muncul dalam memakainya.(Dna)


Dapatkan Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com

134 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page