top of page

Menguak Fakta Kehidupan Pemulung Kota Benteng, di Balik Sunyi dan Dingin Angin Malam

SULSEL, SELAYAR - analisapost.com I Ketika sebahagian warga tidur sedang tertidur pulas dalam buaian mimpi, menanti waktu bersantap sahur, Cumming, (30 thn) justeru baru mengawali rutinitas kehidupan, mencari nafkah di tengah larut malam dan dinginnya hembusan angin yang merasuk sukma.

Bermodal becak butut, ketajaman mata, dan intuisi, Cumming memulai aktivitasnya, mengelilingi tong sampah, dan lokasi container tempat pembuangan limbah, di ruas jalan Soekarno Hatta, Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.


Ditengah gelap malam yang kian larut dan sunyi, dia berharap, bisa meraup rupiah dari balik tong sampah. Aktivitas kehidupan rata-rata diawali Cumming, pada sekitar pukul 2.27 dini hari.


Malam itu, bertepatan dengan hari, Minggu, (10/4) dini hari lalu, saat salah seorang wartawan melintas tanpa sengaja dan spontan merekam aktivitas Cumming yang tengah mengorek-ngorek sampah di dalam bak container.


Dengan telaten dan penuh kejelian, sampah buangan warga mulai diulek dab dikorek sembari mencari sobekan kardus-kardus bekas dari balik gundukan sampah berbau busuk, menyengat, tajam, dan menusuk indera penciuman.


Kantong kresek berisikan sampah, tak luput dibuka dan diperiksanya secara seksama. Dari sana, ia berharap bisa menemukan sisa sisa makanan bekas untuk dibawah pulang ke rumah, dan diberikan kepada anjing peliharaannya.


Sementara ksrdus-kardus bekas hasil Pulungan, diakui Cumming, akan di bawah untuk dijual ke pengusaha penampung barang bekas, dan rongsokan, di sekitar area kota Benteng.

Dari hasil penjualan kardus-kardus bekas seharga dua ribu rupiah sekilo itu, Cumming hanya berharap bisa melanjutkan roda kehidupan di tengah himpitan ekonomi keluarga, serta lonjakan kenaikan harga BBM, dan sembako yang semakin hari, kian serasa mencekik leher, dan bahkan nyaris tak lagi bisa dijangkau oleh warga berekonomi pas-pasan.


Apatah lagi, bagi warga ekonomi lemah di tengah semakin sulit dan sempitnya lapangan pekerjaan.


Salah satu alasan mendasar yang menyebabkan Cumming, terjun melakoni profesi pemulung kardus bekas dan menambah panjang deretan warga pemulung di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar. (Andi Fadly Daeng Biritta/Syam86)

555 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
FLayer web.png
bottom of page