Menjaga Dan Melindungi Anak Merupakan Bela Negara

JAKARTA - analisapost.com | Salah satu hasil audensi Komisi Nasional Perlindungan Anak dengan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan Selasa 04/10 digedung R. Suprapto Direktorat Bela Negara disepakati bahwa setiap upaya Menjaga dan Melindungi Anak di Indonesia merupakan tindakan bela negara.

Itu artinya melindungi anak merupakan bela negara dan bersesuaian dengan konstitusi dasar Indonesia.


Gerakan Perlindungan Anak yang selama inu dilakukan oleh para pegiat perlindungan Anak dan organisasi sosial masyarakat sesungguhnya merupakan gerakan bela negara, oleh sebab itu, Brigjen TNI Dr.Jubel Levianto selaku kepala Ditjen Pothan Kemhan mendukung secara penuh komitmen bahwa Segala upaya melindungi anak sama artinya bela nergara.


Selain itu, dalam audensi yang dihadiri para pejabat tinggi di lingkungan TNI yang membidangi program dan kegiatan bela negara, dan dalam pertemuan itu disekati Komnas Perlindungan Anak mendapat kesempatan menseleksi aktivis Perlindungan anak untuk mendapat kesempatan pelatihan bela negara, "Training Of Traines" Bela Negara selama tiga bulan untuk disiapkan menjadi aktivis dan Kader Bela Negar di berbagai organisasi Komnas Perlindungan Anak di semua tingkatan, demikian disampaikan Arist Merdeka Siraot Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak.


Dalam pertemuan itu, juga disampaikan bahwa berdasarkan AD/ART perubahan yang diputuskan melalui mekanisme Forum Nasional Perlindungan Anak ke 5 di Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara dari tanggal 07-10 September 2022 bahwa nama organisasi diberbagai daerah yang semula bernama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sejak 10 September berubah nama menjadi Komisi Nasional Perlindungan di semua tingkatan di daerah termasuk perubahan logo dan prinsip-prinsip aksi gerakan perlindungan Anak di Indonesia.

Forum Nasional Perlindungan Anak ke 5 yang dibuka oleh Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Damayanti dihadapan para pejabat tinggi di Sumatera, Kapoldasu Anggota DPR RI, Ketua MUI, Bupati Mandailing Natal dan Pangdam Bukit Barisan di Hotel Madani di Medan semakin menguatkan keberadaan dan kehadiran Komnas Perlindungan Anak ditengah kehidupan dan persoalan anak di Indonesia.


Dalam pertemuan dengan Ditjen Pothan Kemhan Herry Chariansyah, SH,

MH Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Lia Latifah selaku Komisioner, Cornelia Agatha, SH, MH komisioner publik Kampanye Perlindungan Anak, Dinas SH komisioner Bantuan hukum dan Prevastania R putri Direktur Eksekutif Komnas Perlindungan anak.


Diakhir pertemuan dengan jajajaran Ditjen Pothan Kemham, Arist Merdeka Sitait yang memimpin delegasi itu, menyempatkan menyerahkan dua Buku menyangkut permadalahan anak di Indonesia dan sebaliknya Komnas Perlindungan anak mendapat buku Undang'undang dan aturan menyangkut mekanisme nasional bela negara dan diakhiri dengan poto bersama (red/ams).

4 tampilan0 komentar