top of page

Milad 17 Tsunami Aceh, UAS Pimpin Do'a Keluarga Korban Untuk Syuhada


Foto : istimewa

ACEH - analisapost.com | Tujuh belas tahun sudah tsunami Aceh, diperingati sesuai kondisi Pandemi Covid, Ustazd Abdul Samad menyampaikan tausiah sekaligus memimpin pembacaan do'a keluarga korban.


Ribuan masyarakat berkumpul di Mesjid Rakhmatullah Lampuuk, Lhoknga Aceh Besar pagi Minggu 26 Desember, memperingati 17 tahun Tsunami Aceh dan mendengar tausiah penceramah kondang Ustazd Abdul Samad.

Peringatan Tsunami tahun ini beda dengan 2 tahun lalu yang digelar besar- besaran sekalian khenduri masal. Kondisi Pandemi Covid yang masih mengancam membuat Aceh menyambut hari musibah besar ini dengan zikir di beberapa mesjid terutama pada beberapa Kabupaten korban bencana seperti Aceh Utara.


Biro Analisa Post Aceh Saifuddin Saleh melaporkan puncak acara yang menonjol hanya di Mesjid Rakhmatullah Lampuuk, yaitu mesjid yang masih kokoh ditengah kehancuran kawasan tsunami Aceh Minggu 26 Desember 2004. Selepas tausiah bakda subuh di mesjid Syekh Abdurrauf, Kota Banda Aceh pukul 08.30 Wib rombongan UAS telah berada di Lampuuk Aceh Besar, yang jaraknya lk 18 km.



Foto.: istimewa

Ribuan masyarakat umumnya dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh besar telah berkumpul di Mesjid Lampuuk. Ratusan kenderaan roda empat dan dua di atur rapi panitia dan para peserta tausiah diminta menjaga jarak dan bermasker baik di dalam mesjid, tenda luar mesjid maupun dibawah pohon-pohon dalam komplek. UAS antara lain menyemangati keluarga korban bahwa mereka telah menjadi syuhada. "Mereka telah syahid disisi Allah" kata UAS dan kita belum tentu jadi syuhada.


Kemudian mengajak semuanya berdzikir sehingga alunan dzikirpun membahana. UAS mengakui dan memuji kekuatan mental dan keimanan keluarga korban. Banyak ilmuwan luar negeri berpendapat bahwa warga Aceh terutama keluarga korban akan mengalami penderitaan jiwa yang panjang atas kehilangan keluarganya.


Faktanya ini tdak terjadi dan warga masyarakat terus mendekatkan diri kepada Allah dan memenuhi mesjid dan rumah ibadah." Mereka berserah diri karena musibah ini datangnya dari Allah". Warga Aceh kuat dan bangkit menghadapi hari dan tahun berikutnya sehingga dicapai kondisi pulih seperti hari ini.


Foto ; istimewa

UAS menyinggung Bumi para ulama besar seperti Syekh Abdurrauf As Singkili, Nuruddin Ar Raniri, dan Syekh Mudawali diberkahi Allah, semoga rakyat Aceh terus memeliharanya. UAS menutup tausiah dengan memimpin pembacaan doa kepada para syuhada korban tsunami.


SYEKH ABDURRAUF DAN PENGIKUTNYA


Tampil sebelumnya di Mesjid Syekh Abdurrauf, Lambung, Uleelheue, Banda Aceh, UAS mengingatkan keulamaan Syekh Abdurrauf As Singkili sebagai penulis tafsir pertama berbahasa Melayu yaitu Tarjuman Al Mustafid. Pengikut Abdurrauf diantaranya ulama besar Sumatra Barat Syekh Burhanuddin Ulakan, Syekh Abdul Muhyi di Jawa, dan Syekh Yusuf Al Makassary yang mengembangkan Islam sampai ke Afrika Selatan. UAS menaruh harapan agar Aceh terus bersyariah dan menjadi panutan.


Pada milad tsunami ini Biro Aceh Analisa Post melapurkan kondisi Kota Banda Aceh dan sekitarnya yang damai dan aman, dimana pada tempat-tempat utama terkait tsunami seperti kuburan massal, Mesjid Raya Baiturrakhman, Kapal Apung, Makam Syekh Abdurrauf di Kuala Aceh, tetap seperti hari-hari biasa, tanpa ledakan kunjungan penziarah. Kecuali ada beberapa kenderaan tamu terlihat singgah di Museum Tsunami Jalan Sultan Iskandar Muda.


Petugas Kepolisian dan Kesehatan terlihat membantu kelancaran acara dan sampai malam Senin tgl 26 Desember tidak ada suasana berbeda dalam kota. (Saifuddin S)

Tag:

1.208 tampilan0 komentar