Nigeria Jadi Zona Merah, Ribuan Umat Kristen Dibunuh dan Diculik Sepanjang 2025
- analisapost

- 14 Okt
- 1 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Situasi kebebasan beragama di Nigeria kian memprihatinkan. Laporan terbaru dari International Society for Civil Liberties and Rule of Law (Intersociety) mengungkap ribuan warga Kristen menjadi korban pembunuhan dan penculikan sepanjang tahun 2025.

Menurut laporan Intersociety, sejak Januari hingga 10 Agustus 2025, sedikitnya 7.087 orang Kristen tewas dibunuh, sementara sekitar 7.800 lainnya dilaporkan diculik oleh kelompok bersenjata. Rata-rata, antara 30 hingga 32 orang Kristen dibunuh setiap hari akibat serangan yang dilancarkan kelompok ekstremis di berbagai wilayah Nigeria.
Selain korban jiwa, kekerasan juga menargetkan tempat-tempat ibadah dan fasilitas pendidikan. Intersociety mencatat, sejak 2009 ribuan gereja dan sekolah Kristen telah dibakar atau dihancurkan, termasuk lebih dari 1.200 bangunan yang dirusak sepanjang 2025.
Kelompok militan Boko Haram dan Islamic State West Africa Province (ISWAP) yang berafiliasi dengan jaringan teror global ISIS disebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Kedua kelompok ini telah lama menebar teror di kawasan utara dan timur laut Nigeria dengan dalih perang ideologi dan perebutan wilayah.
Sementara itu, pemerintah Nigeria dinilai belum menunjukkan respons efektif untuk menghentikan kekerasan. Sejumlah pengamat dan kelompok masyarakat sipil menilai pemerintah “terkesan diam” dan lamban dalam memberikan perlindungan kepada warga sipil, khususnya minoritas Kristen.
Intersociety dalam laporannya mendesak pemerintah Nigeria dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret guna menghentikan kekerasan yang terus terjadi. Mereka menilai, tanpa tindakan tegas, wilayah tersebut akan terus menjadi “zona merah” bagi kebebasan beragama dan hak asasi manusia. (Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar