Ogoh-Ogoh Terbakar, ST Suralaga Bangkit dengan Solidaritas dan Semangat Baru
- analisapost

- 26 Mar
- 2 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Insiden tak terduga menimpa Sekaa Teruna (ST) Suralaga Banjar Wangaya Klod saat ogoh-ogoh mereka terbakar hanya lima hari sebelum malam Pengerupukan.

Ogoh-ogoh yang awalnya mengusung tema Hidimbaka Jembawan, merupakan tangan kanan Raja Subali yang diutus menjemput Dewi Sinta ke Alengkapura tersebut terbuat dari serabut kelapa (coco fiber) terbakar akibat percikan mesin las pada Minggu (23/3/2025) sore.
Ogoh-ogoh itu memiliki tinggi 5.8 meter dan berbentuk beruang besar. Menurut Nyoman Dedi Suryanata sebagai undagi/arsitek ST Suralaga mengatakan pihaknya akan menurunkan tinggiogoh-ogoh menjadi 5.5 meter. Namun saat proses pengelasan, percikan las menyambar dan membuat terbakar.
"Awalnya kami menurunan besi kerangka agar bisa melewati rute yang sudah di sesuaikan oleh desa masing-masing. Karena bahan serabut kelapa yang mudah terbakar, saat ada percikan api dari proses pengelasan besi penyangga akhirnya terjadilah musibah itu," ujarnya.
Meski pihak ST sudah mengantisipasi dengan menyediakan lap basah dan ember berisi air serta membasahi ogoh-ogoh, api tetap sulit dikendalikan.
Tak lama setelah kebakaran, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengunjungi lokasi dan memberikan dukungan moral serta bantuan dana sekitar Rp 45 juta untuk membangun ulang ogoh-ogoh tersebut.
Keduanya memotivasi anggota ST Suralaga agar tetap semangat dan berkomitmen membangun kembali ogoh-ogoh dalam waktu lima hari.
"Saat melihat hasil kerja keras selama satu setengah bulan hangus tiba-tiba, teman-teman mengalami patah semangat. Namun, Beliau berusaha membangkitkan kembali, motivasi dan meyakinkan diri bahwa kami bisa memulai kembali dari awal," terangnya.

Setelah melakukan rapat internal, ST Suralaga memutuskan untuk membangun kembali ogoh-ogoh dengan tema yang sedikit berubah menjadi tema Metangi Sang Hidimbaka JembawanĀ (Murkaning Abdi Jembawan Metangi), namun karakter ogoh-ogoh tetap berbentuk beruang, hanya saja ukurannya sedikit di perkecil untuk mempermudah proses pengerjaan.
"Kami sangat bahagia dan mengapresiasi kedatangan beliau. Ini memacu semangat kami untuk segera menyelesaikan ogoh-ogoh," ungkapnya.
Berkat semangat gotong royong dan dukungan masyarakat, ST Suralaga berhasil membangun ulang ogoh-ogoh mereka dalam waktu hanya tiga hari.
Lima banjar terdekat turut membantu dalam proses pengerjaan yang berlangsung selama dua hari dua malam tanpa henti. Meskipun anatomi ogoh-ogoh yang baru sedikit lebih kecil dibandingkan versi awalnya, ST Suralaga tetap bangga dengan hasil kerja keras mereka.
Kini, ogoh-ogoh Metangi Sang Hidimbaka JembawanĀ telah siap untuk diarak pada malam Pengerupukan, menjadi simbol kebangkitan dan solidaritas generasi muda Bali.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar