top of page

Pohon Natal dari 3.500 Botol Plastik Hiasi Gereja Katedral Denpasar

DENPASAR - analisapost.com | Suasana Natal mulai terasa di depan Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali. Sebuah pohon Natal setinggi delapan meter berdiri megah di halaman gereja yang dikenal dengan struktur bangunan bata merah ekspose tersebut.

Pohon Natal dari 3.500 Botol Plastik Hiasi Katedral Denpasar
Pohon Natal dari 3.500 Botol Plastik Hiasi Gereja Katedral Denpasar (Foto: Div)

Yang menarik, pohon Natal raksasa ini tidak dibuat dari bahan konvensional, melainkan dari 3.500 botol plastik bekas. Inisiatif ini menjadi yang pertama kali dilakukan kembali setelah satu dekade Katedral Denpasar membuat pohon Natal raksasa berbahan daur ulang pada 2015 lalu.


Ketua Panitia Natal Katedral Denpasar, Norman Soludale, menjelaskan bahwa pembuatan pohon Natal dari bahan bekas ini selaras dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Paskah yang mengangkat isu penyelamatan lingkungan hidup.


"Ini sejalan dengan semangat APP Paskah dan juga isi dokumen Laudato Si’ yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Selain menggunakan botol bekas, kami juga memadukannya dengan pohon hidup, seperti yang berwarna merah ini,ā€ ujar Norman kepada awak media AnalisaPost, sambil menunjuk tanaman poinsettia atau kastuba merah, tanaman hias yang identik dengan perayaan Natal, Rabu (23/12/25).


Ia menambahkan, bangunan Gereja Katedral Denpasar sendiri mencerminkan perpaduan budaya yang harmonis. Gereja ini dibangun menggunakan bahan batu merah dengan sentuhan arsitektur bergaya Eropa, namun tetap mempertahankan corak dan identitas khas Bali.


Menurut Norman, konsep pohon Natal daur ulang ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah, termasuk rencana penutupan TPA Suwung.


"Konsep yang kami ambil adalah konsep daur ulang. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Bali, khususnya terkait penutupan tempat pembuangan sampah," kata pria tersebut.

Tanaman poinsettia atau kastuba merah, tanaman hias yang identik dengan perayaan Natal
Tanaman poinsettia atau kastuba merah, tanaman hias yang identik dengan perayaan Natal (Foto : Div)

Pembuatan pohon Natal raksasa ini memakan waktu sekitar tiga bulan dan dikerjakan sekitar 10 orang panitia sejak Oktober lalu. Botol plastik berukuran 750 mililiter dikumpulkan dari umat serta lingkungan sekitar Katedral Denpasar.


"Pengumpulan botol kami lakukan dengan meminta partisipasi umat dan lingkungan katedral. Total yang terpakai sekitar 3.500 botol,ā€ tutup Norman.


Kehadiran pohon Natal daur ulang ini tidak hanya memperindah suasana Natal, tetapi juga menjadi pesan simbolik tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. (Che)


Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com klik link ini jangan lupa di follow.

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya