Satgas Anti Premanisme Dibentuk, Warga Surabaya Menanti Bukti Nyata
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Pemerintah Kota Surabaya resmi membentuk dan meresmikan kantor Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme sebagai langkah tegas menghadapi praktik premanisme yang kerap berlindung di balik nama organisasi kemasyarakatan (ormas).

Kehadiran Satgas ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: sejauh mana efektivitasnya dalam menindak ormas yang bertindak intimidatif dan melanggar hukum.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap ormas yang melakukan kekerasan, intimidasi, maupun tindakan melawan hukum lainnya. Ia meminta masyarakat untuk berani melapor apabila mengalami tekanan atau ancaman yang mengatasnamakan ormas.
"Silakan warga melapor jika mengalami intimidasi atau kekerasan yang dilakukan oleh dan atas nama ormas. Pemerintah akan bertindak," ujar Eri beberapa hari lalu.
Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Anti Premanisme bertujuan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait keamanan dan sengketa pertanahan. Selain Satgas Anti Premanisme, Pemkot Surabaya juga membentuk Satgas yang tergabung dalam Gugus Tugas Reformasi Agraria.
"Ada Satgas Anti Preman, dan yang kedua Satgas Reformasi Agraria," kata Eri usai pelantikan Satgas di Graha Sawunggaling, Gedung Pemerintah Kota Surabaya, Jumat (2/1/2026).
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menghadapi persoalan pertanahan, seperti penipuan atau konflik lahan. Menurutnya, Satgas ini dibentuk agar masyarakat tidak lagi diberi harapan tanpa kepastian penyelesaian.
"Jangan sampai masyarakat diberi harapan, tapi masalahnya tidak jalan. Dengan Satgas ini, semua unsur digabungkan. Ada BPN, kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah kota. Jadi kalau ada kendala, bisa diselesaikan bersama dan lebih cepat,” jelasnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap Satgas Anti Premanisme benar-benar bekerja sesuai fungsi dan tidak sekadar menjadi simbol atau kepentingan tertentu. Negara, dinilai, tidak boleh kalah oleh praktik premanisme yang mengatasnamakan pembelaan rakyat.
Kini, warga Surabaya menanti kerja nyata dari Satgas Anti Premanisme. Keberhasilan Satgas ini juga sangat bergantung pada keberanian masyarakat untuk melapor dan keterbukaan aparat dalam menindaklanjuti setiap aduan yang masuk.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar