top of page

Selamat Berteduh Dikemaritiman Nirwana (kenangan bagi 53 penghuni Nanggala 402)


Ketika jiwaragamu tidak lagi di alam fana,

kami mengabadikan doa dari kesucian ramadan,

dengan linangan airmata menembus batas takdir yang kuasa

selamat berteduh bersama nanggala empat kosong dua

di kemaritiman nirwana


Kedalaman celukan bawang bukanlah ranahmu yang kekal

namun kelemahlembutan karang

kekuatan arus yang menawarkan tempat kalian berpulang

laksana batinku membawa arwahmu ke taman yang lebih nyaman

dikafani dan dikifayahkan dalam bumi kalibata,

sehingga kami mudah menghirup aroma bunga bangsa

dan berziarah kapan saja

bukan hanya setelah usai berbuka puasa


Bukankah kalian tidak impikan banyuwangi yang terakhir

menjadi saksi tangan melambai

dan sanak saudara masih mengharap hangatnya pelukan

seragam yang basah bercampur debu pantai

bukankah kalian inginkan jemputan di teluk bali,

menyerahkan rekaman gelombang kepada para pawang

setelah marina menyelam kedalaman hati pertiwi

mencari pengintai bunda tersayang

yang ingin mencuri pusaka para pejuang

dan menantang merah putih setiap musim dan cuaca


Lima puluh tiga pengabdi sejati,

warisanmu bukan kepingan dan cairan dari kapal

serta takbir yang sayub ditengah malam,

bukan hanya sujutmu di sajadah mengharap rakhmarNya kepada kami yang kau tinggalkan

bukan tabung terpedo yang ikut bertasbih manyambut sahur malam lailatul kadar

kepada komandan heri, kolonel setyawan, satria irfan suri,

warisanmu termasuk lautan keimanan yang sering kami dangkalkan

ketika ketinggian tauhid tidak kita lupakan

penerus laksamana tun sri lanang bendahara penakluk selat malaka,

dan panglima armada sriwijaja,

tetap hidup sepanjang masa.


(Saifuddin Saleh/Dhien Faro Pasa, Banda Aceh, 25 April 2021)

9 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua