top of page

Serunya Lomba PushBike Surabaya, Kondisi Sakit Tetap Ikut Sirkuit

SURABAYA - analisapost.com | Puluhan anak terlihat berada di sekitar Town Square (Sutos) Surabaya sangat riuh. Anak-anak usia 3 hingga 6 tahun antusias mengerumuni area sirkuit balap. Tetapi balap yang ini berbeda dari biasanya, bukan balap sepeda, balap motor, apalagi balap mobil. Ini adalah PushBike, sepeda tanpa pedal dan rem dengan ukuran mini sekitar 12 inci tidak dikayuh tetapi di dorong dengan kaki.

Kanaka Gilang Anantha peserta lomba PushBike (3/6) (Foto: Div)

Pagi itu Kanaka Gilang Anantha terlihat tak begitu bersemangat. Ditemani papa, mama, Oppa dan Omma, adek kecil mengikuti lomba "Predator PushBike Surabaya 2023, dengan katagori tahun kelahiran mulai 2021 hingga kelahiran tahun 2017 pada hari Sabtu (3/6).


Kegiatan yang di dukung oleh Town Square, dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), menjadi perhatian warga Kota Surbaya dan Ketua Perlindungan Anak Kota Surabaya. Hal ini dirasakan oleh Pratama Yogianantha, orang tua dari Kanaka Gilang Anantha. Menurutnya pushbike bisa mengakomodasi energi anak sejak usia dini.


Yogi pun menceritakan hobi si kecil, "Berawal dari usianya 2 tahun Anantha suka bersepeda, kebetulan ada komunitas namanya PushBike Surabaya (PSB), akhirnya Anantha mengikuti latihan-latihan. Nah pas ada lomba coba ikut, ternyata anaknya mau," cerita Yogi yang hari itu mendampingi putranya bersama istri, Riza Zeina Safrida, Oppa dan Ommanya.


Sementara bocah cilik yang berada dalam pelukan sang ayah, ketika di tanyai awak media AnalisaPost usai lomba, "Anantha suka ikut lomba?" adek kecilpun menjawab, "Anantha suka lomba dapat juara 2 dan senang," ujarnya dengan dialek yang lucu terbata-bata. Ia terlihat tak begitu bersemangat.


"Tadi pagi sebelum datang untuk ikut lomba, anak saya sempat minta di pijat, kebetulan dia lagi kurang sehat ketika saya bilang, jadi ikut lomba? kan Anantha sakit....kemudian dia bilang, Anantha mau ikut lomba," cerita Riza menirukan putranya.

Menurut Riza istri Yogi, anaknya ini malah ngambek tidak mau batal lombanya meskipun kondisinya kurang sehat.


Sementara, dari sisi Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya mengemukakan bermain pushbike berpengaruh positif pada aspek psikologis, terutama sosial emosi dibanding sepeda roda tiga. Ia mengatakan manfaat pushbike adalah bisa untuk belajar fokus, kosentrasi, dan percaya diri.


"PushBike ini manfaatnya sangat banyak dibandingkan dengan roda tiga. Olahraga ini melatih motorik dan keseimbangan anak selain melatih keberanian si kecil tentunya," jelas Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya, Syaiful Bachri,SP saat berbincang-bincang santai.


Pria yang kerap di panggil Kak Ipul ini juga menambahkan bahwa pentingnya mengenalkan pushbike kepada masyarakat agar anak-anak tidak ada rasa ketakutan, sehingga tidak menjadi generasi rebahan yang tidak ada gerak. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mengembangkan aspek kemampuan berpikirnya dan bisa mendapatkan bibit atlet.


"Ini sangat bermanfaat, apalagi pesertanya bukan hanya dari kabupaten atau kota Surabaya, tetapi ini se Jatim. Kami sangat mengapresiasi dengan adanya lomba seperti berharap banyak yang melirik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak," tutupnya mengakhiri. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page