top of page

SMP Bina Bangsa Kembangkan Kreativitas Melalui Pelatihan Fotografi

SURABAYA - analisapost.com | Pelatihan fotografi untuk remaja dihadirkan dalam tema Pemuda Bercerita pada hari Sabtu (04/03/23) di SMP Bina Bangsa jl. Siwalankerto Utara II No 7, Kecamatan Wonocolo Surabaya yang diikuti oleh peserta kurang lebih 30 siswa.

Salah satu murid SMP Bina Bangsa saat berdiskusi dengan pemateri, Mamuk Ismuntoro (Foto: Div)

Program ini ditujukan bagi remaja yang tertarik dengan fotografi ataupun mereka yang sudah mempraktekan fotografi, namun ingin belajar bersama.


Setiap pemilik smartphone berkamera akan otomatis menjadi pemotret. Mereka akan menggunakan fasilitas kamera di gadget sebagai hal yang biasa dengan berbagai aplikasi yang ada.


Mengambil foto hanya untuk bersenang-senang, terutama saat wajah mereka ada di dalam foto sudah bukan rahasia lagi. Swafoto menjadi favorite walaupun masih banyak yang malu-malu.


Tapi apa jadinya jika kamera handpone tidak dipergunakan dengan baik. Hal inilah yang menjadi perhatian Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya, Syaiful Bachri untuk mengisi materi pada acara Pemuda Bercerita dan Mamuk Ismuntoro sebagai Pendiri Komunitas Matanesia yang juga sebagai editor foto di komunitas Matanesia.

Salah satu siswi mengambil gambar sesuai materi yang diberikan saat pelatihan fotografi (Foto: Div)

Materi-materi yang di berikan adalah dasar-dasar fotografi dengan smartphone kemudian membuat konten yang baik sesuai dengan kaidah jurnalis.


Menurut Syaiful Bachri, Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya, "Dengan adanya pelatihan fotografi, anak-anak akan fokus sehingga tidak melakukan hal-hal yang negatif seperti bullying. Selain itu mereka akan faham bagaimana pengambilan gambar yang benar sehingga mereka tidak asal mengambil foto. Kegiatan ini bisa di contoh oleh sekolah-sekolah lainnya dan berharap bisa muncul bibit-bibit fotografer handal," ujar kak Ipul sapaan akrab Syaiful Bachri kepada awak media Analisa Post saat berbincang-bincang.


Sementara Mamuk Ismuntoro, pria berambut gondrong yan juga seorang fotografer menyampaikan bahwa banyak foto bercerita mulai dari pengambilan gambar di sekolah, suasana di sebuah tempat dan foto yang di rangkai sehingga menjadi foto estetik atau foto yang memiliki keindahan sehingga menjadi pedoman dan kebutuhan foto-foto cerita yang tidak terlewatkan.

"Seorang fotografer harus berani bicara menyampaikan apa maksud dari foto yang di ambil. Mengapa memilih objek tersebut, tidak perlu terlalu muluk-muluk yang penting tau akan tujuan dan arti foto itu," jelasnya kepada siswa-siswi SMP Bina Bangsa disela-sela memberikan materi.


Setelah murid-murid selesai mencari objek untuk di foto, anak-anak diminta mengirimkan karyanya melalui handpone untuk di bahas satu persatu dan wajib berani menyampaikan alasan foto-foto yang di jepret.


Usai membahas hasil karya tiap anak, pelatihan ditutup pada pukul 11.00 WIb, " Saya selaku guru pendamping mengucapkan banyak terima kasih atas ilmu fotografi yang diberikan kepada anak-anak. Berharap anak-anak sudah mulai bisa membuat caption yang menarik dan bisa membuat foto yang astetik. Karena setiap gambar ada cerita yang berbeda. Kami harapkan kegiatan ini tidak hanya sampai disini, tetapi terus berlanjut," ujar salah satu guru pendamping sekolah SMP Bina Bangsa. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

78 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page