top of page

Sulap Warnai Festival Anak Surabaya

Diperbarui: 1 Agu 2023

SURABAYA - analisapost.com | Keseruan dan keceriaan anak-anak terpancar saat menari dan bernyanyi mengawali kegiatan menyemarakan Festival Anak Surabaya dalam rangka Hari Anak Nasional ke-39 Tahun yang jatuh pada tanggal 23 Juli berlangsung meriah di BG Junction Mall Surabaya, Sabtu (29/7/23).

Keseruan dan keceriaan anak-anak terpancar saat ditampilkan permainan sulap
Keseruan dan keceriaan anak-anak terpancar saat ditampilkan permainan sulap (Foto: Div)

Lewat Festival Anak Surabaya, WEPOSE memberikan ruang ekspresi kepada anak-anak untuk berani tampil. Menurut Tabitha Ketua WEPOSE, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat distimulasi secara menyenangkan lewat acara ini dengan menampilkan tarian, Mendongeng hingga sulap.


"Sejalan dengan tema "Anak Bergerak, Indonesia Berdampak" kiranya bisa dimaknai sebagai momentum upaya membangun bangsa agar anak-anak tetap berkreativitas, sehat dan terlindungi sebagai anak bagian dari acara kita memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional di Surabaya," ujar Tabitha Neema C Sembiring,S.Psi gadis cantik alumni Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.


Tabitha meyakini lewat momen Hari Anak Nasional, komunitas WEPOSE diikuti 80 mahasiswa se surabaya ingin mempertajam makna dari peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya ceremony tetapi ada nilai-nilai yang bisa dibangun.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Agnes Maria Sumargi, saat memberikan cinderamata
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Agnes Maria Sumargi, saat memberikan cinderamata (Foto: Div)

Hal yang sama di sampaikan oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Agnes Maria Sumargi.,Grad.Dip.Ed.,M.Psych.,Ph.D


"WEPOSE ini sebuah organisasi yang ingin membimbing anak-anak terutama untuk mendapatkan hak-haknya. Mereka memberikan pendidikan kepada anak secara sukarela di 4 titik. Ini merupakan bentuk perhatian yang kecil dari kakak-kakak organisasi WEPOSE untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjamin pemenuhan hak-hak atas hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapat perlindungan," ujarnya.


Untuk langkah kedepan, lanjutnya,"dengan diadakannya acara ini, harapannya supaya masyarakat sadar bahwa anak itu adalah sesuatu yang penting dan keluarga adalah tempat pertama kali mereka belajar. Mereka juga memiliki hak untuk berekreasi karena mereka juga bisa bergembiran bersama, sehingga bisa memberikan inspirasi kepada yang lainnya. Pesan buat anak-anak, jangan pernah takut mengembangkan diri untuk menunjukan potensi," tutupnya yang disampaikan kepada awak media AnalisaPost saat di tanya terkait kegiatan ini.


Usai kegiatan, anak-anak diajak mengucapkan deklarasi mengenai 10 hak anak di akhiri dengan permainan sulap. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

Postingan Terakhir

Lihat Semua

コメント


bottom of page