Tanpa Kembang Api, GWK Bali Countdown 2026 Tetap Meriah dengan Musical Laser Show
- analisapost

- 4 jam yang lalu
- 2 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Tahun 2025 menjadi tahun kelima Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK) menggelar perayaan malam pergantian tahun bertajuk GWK Bali Countdown 2026. Meski tanpa pesta kembang api, kemeriahan acara tetap terjaga lewat konsep festival musik, pertunjukan budaya, serta kehadiran ratusan pelaku UMKM lokal.

Berbeda dari empat tahun sebelumnya, GWK tahun ini meniadakan pesta kembang api yang selama ini dikenal sebagai The Biggest Fireworks in Bali. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
"Selama empat tahun kita memegang The Biggest Fireworks in Bali. Karena ada peraturan yang meniadakan pesta kembang api, kami berkewajiban mengikuti aturan tersebut. Makanya tahun ini kembang api ditiadakan," ujar General Manager of Marketing Communication and Event GWK, Andre Prawiradisastra, Rabu (31/12/2025) malam.
Sebagai pengganti, pihak penyelenggara menghadirkan Musical Laser Show yang dipentaskan tepat saat detik-detik pergantian tahun. Andre menegaskan, seluruh rangkaian acara tetap berjalan sesuai rencana dan diawali dengan doa bersama sebagai pembuka malam perayaan.
Panggung GWK Bali Countdown 2026 turut dimeriahkan oleh sejumlah musisi nasional dan lokal, di antaranya Whisnu Santika, Maliq & D’Essentials, Lomba Sihir, Lolot, dan Navicula, dengan Duo Giga sebagai pemandu acara.
Satu menit menjelang pukul 00.00 WITA, Maliq & D’Essentials memimpin hitung mundur pergantian tahun yang berpuncak pada pertunjukan laser musikal. Ribuan pengunjung tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka. Usai pergantian tahun, suasana semakin semarak lewat pertunjukan budaya yang dipadukan dengan musik dan permainan cahaya laser.
Kemeriahan GWK Bali Countdown 2026 juga didukung oleh program MyMelali X Pasar Keliling yang berlangsung pada 26 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Program ini melibatkan ratusan UMKM lokal serta menghadirkan penampilan khusus dari Sunar Sanggita, sekolah musik dengan pengajar tunanetra, yang tampil pada 28 Desember bertepatan dengan Bulan Disabilitas.
"Jadi hura-hura boleh, senang-senang boleh, tapi juga tidak lupa dengan budaya Bali,” kata Andre.
Terkait penjualan tiket, Andre mengungkapkan bahwa hingga 30 Desember 2025 malam, tiket yang terjual telah menembus angka 8.000 lembar. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penjualan biasanya meningkat pada hari pelaksanaan.
"Kemungkinan bisa mencapai 10 ribu tiket. Astungkara, nyaman dan tetap aman di GWK," ujarnya.
Di tengah isu penurunan kunjungan wisatawan ke Bali selama libur Natal dan Tahun Baru, GWK Cultural Park justru mencatat trafik pengunjung yang relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada akhir tahun terjadi peningkatan jumlah kunjungan.
Pada hari biasa, rata-rata pengunjung GWK mencapai sekitar 3.000 orang per hari. Memasuki periode libur akhir tahun, angka tersebut meningkat hingga kurang lebih 5.000 pengunjung per hari.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, manajemen GWK melakukan penguatan pengelolaan kawasan, mulai dari penambahan personel keamanan, pengaturan alur pengunjung, hingga koordinasi dengan pihak terkait. Khusus malam pergantian tahun, GWK mendapat dukungan lebih dari 300 personel dari Polda Bali.
Melalui perayaan akhir tahun ini, GWK berharap dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi pengunjung.
"Dengan latar kawasan yang ikonik dan atmosfer yang hangat, kami berharap setiap pengunjung membawa pulang kenangan berkesan serta energi baru untuk melangkah ke tahun berikutnya," pungkas Andre. (Dwa)
Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com klik link ini jangan lupa di follow.





Komentar