top of page

Uji Keteguhan dan Ketabahan Sarah, Film Tuhan Benarkah Kau Mendengarku?

SURABAYA - analisapost.com | Industri film religi Indonesia kembali menghadirkan karya bertema keluarga dan spiritualitas melalui film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?. Film produksi Paragon Pictures bekerja sama dengan Ideosource Entertainment ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 29 Januari 2026.

Pemeram film bergenre drama religi mengangkat kisah tentang kesetiaan, pengkhianatan, serta keteguhan iman seorang perempuan
Pemeram film bergenre drama religi mengangkat kisah tentang kesetiaan, pengkhianatan, serta keteguhan iman seorang perempuan (Foto: Charles)

Disutradarai oleh Jay Sukmo, film bergenre drama religi dan keluarga ini mengangkat kisah tentang kesetiaan, pengkhianatan, serta keteguhan iman seorang perempuan saat dihadapkan pada persoalan perselingkuhan dan keinginan suami untuk berpoligami.


Film ini didukung jajaran aktor dan aktris lintas generasi yang tampil total dalam setiap peran. Revalina S. Temat memerankan tokoh utama Sarah, didampingi Gunawan Sudrajat sebagai Satrio. Sementara itu, Megan Domani berperan sebagai Annisa dan Annisa Kaila memerankan Laila. Kehadiran Alex Abbad dan Dhawiya Zaida turut memperkuat karakter dalam cerita.


Keterlibatan kembali aktor dan aktris senior seperti Revalina S. Temat dan Gunawan Sudrajat menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menghadirkan nuansa nostalgia bagi penonton.


Sinopsis: Keteguhan Iman di Tengah Pengkhianatan


Cerita berawal dari kehidupan rumah tangga Sarah dan Satrio yang tampak harmonis bersama putri mereka, Laila. Namun, ketenangan itu runtuh ketika Satrio mengungkapkan keinginannya untuk menikah lagi dengan Annisa, seorang resepsionis muda di kantornya.


Menolak poligami, Sarah memilih mengakhiri pernikahannya. Keputusan tersebut membuatnya harus menghadapi berbagai tekanan, mulai dari stigma negatif masyarakat hingga hubungan yang semakin renggang dengan sang anak. Konflik keluarga kian rumit ketika Laila terjerumus dalam pergaulan yang salah akibat pengaruh pacarnya.


Masalah hidup Sarah bertambah berat saat rumah yang mereka tempati disita bank karena lilitan utang. Meski demikian, Sarah berusaha bangkit dengan merintis usaha dari nol. Kegigihan dan doa akhirnya membuahkan hasil hingga ia berhasil mencapai kesuksesan. Namun, takdir berkata lain ketika Satrio meninggal dunia, meninggalkan luka sekaligus pelajaran mendalam bagi keluarganya.


Tantangan Emosional dan Pesan Moral


CEO Paragon Pictures, Robert Ronny, mengatakan film ini sengaja dibuat dengan pendekatan berbeda. Menurutnya, pihak produksi tidak melakukan riset mendalam seperti kebanyakan film bertema serupa karena ingin menghadirkan cerita yang lebih segar dan tidak membosankan bagi penonton.


"Film ini juga akan tayang di Malaysia karena genre drama sangat diminati di sana. Kami sengaja mengajak kembali aktris dan aktor yang sudah lama tidak tampil di layar lebar,ā€ ujar Robert Ronny kepada awak media AnalisaPost, saat ditemui di sela acara.


Proses syuting film berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan lokasi pengambilan gambar di wilayah Jabodetabek. Terkait target penonton, pihak produksi memilih untuk berjalan apa adanya tanpa menetapkan angka khusus.


Robert Ronny menegaskan pesan moral utama dari film ini adalah penolakan terhadap praktik poligami dan pentingnya kesetiaan dalam rumah tangga.


Melalui Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, penonton diajak menyelami perjalanan spiritual yang sarat makna, sekaligus merenungkan arti doa, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup. Film ini diharapkan mampu menggugah nurani dan memberikan kekuatan emosional bagi para penikmatnya. (Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya