Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Akan Tindak Ormas Berkedok Premanisme
- analisapost

- 23 jam yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Wali Kota Surabaya bersama jajaran menggelar doa bersama lintas suku, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan pemuka agama di Surabaya, Selasa (31/12/2025). Kegiatan ini dihadiri sekitar 2.500 peserta dan berlangsung khidmat.

Acara tersebut menjadi momentum penguatan persatuan warga sekaligus penegasan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memberantas praktik premanisme, termasuk yang berkedok organisasi kemasyarakatan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie SulistiawanĀ menegaskan bahwa setiap persoalan di masyarakat harus diselesaikan secara damai dan kondusif.
"Semua persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur damai. Tidak ada sesama saudara itu saling mencakar. Kita semua punya ikatan sebagai satu warga Surabaya. Jangan sampai terkotak-kotak oleh suku maupun agama," tegasnya.
Ia juga menyoroti maraknya isu dan aktivitas kelompok tertentu yang melakukan tindakan melanggar hukum dan meresahkan masyarakat.
"Melalui forum ini saya sampaikan, tidak boleh ada lagi aksi main hakim sendiri. Tujuan kita adalah membangun Surabaya yang aman, tertib, dan nyaman,ā lanjutnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri CahyadiĀ menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir tanpa memandang latar belakang suku dan agama.
"Terima kasih kepada seluruh saudara yang berada di Surabaya. Hari ini kita berkumpul sebagai satu identitas, yaitu warga Kota Surabaya. Kota ini tidak dibangun berdasarkan perbedaan suku atau agama, tetapi harus kita jaga bersama,ā ujarnya.
Eri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme.
"Kami sudah membentuk Satgas Anti Preman. Kantornya berada di sebelah kiri depan Inspektorat. Siapa pun yang merasa diintimidasi, laporkan hari ini juga. Premanisme akan kita bersihkan dari Kota Surabaya," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan dan menolak provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
"Surabaya adalah keluarga besar. Kita berdiri tegak sebagai kota yang terdiri dari berbagai suku dan agama, bukan satu golongan saja. Mari kita jaga kerukunan bersama,ā pungkasnya.
Masyarakat berharap komitmen tersebut benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga kasus-kasus dugaan intimidasi dan perampasan hak warga seperti yang dialami nenek Eliana tidak kembali terulang. Penindakan tegas terhadap ormas yang berkedok premanisme dinilai menjadi langkah penting demi menjaga rasa aman di Kota Pahlawan. (Che)
Dapatkan berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari dan ikuti berita terbaru analisapost.com klik link ini jangan lupa di follow.





Komentar