top of page

Warga Lintas Etnis di Surabaya Bentuk Komite Pemersatu Suku Nusantara

Diperbarui: 2 hari yang lalu

SURABAYA - analisapost.com | Puluhan warga dari berbagai latar belakang suku dan etnis membentuk Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara dalam sebuah pertemuan yang digelar di Kyrie Hotel Surabaya, Minggu (8/2/26). Pembentukan komite ini dilatarbelakangi keinginan sejumlah tokoh masyarakat untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

Pendiri  Komite Pemersatu suku dan etnis Nusantara Donal Ariyanto Dsvidson Retta juga ketua DPP Flobamora Indonesia (Kiri) Ketua Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara, Grace Evi Ekawati (kanan)
Pendiri Komite Pemersatu suku dan etnis Nusantara Donal Ariyanto Dsvidson Retta juga ketua DPP Flobamora Indonesia (Kiri) Ketua Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara, Grace Evi Ekawati (kanan) (Foto: Div)

Ketua Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara, Grace Evi Ekawati, mengatakan organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai etnis agar dapat hidup rukun, saling mengenal budaya masing-masing, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


Menurut Grace, komite ini berdiri tanpa kepentingan tertentu selain mempererat hubungan antar-etnis melalui semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.


"Organisasi ini lahir dari kepedulian terhadap masyarakat. Kami ingin menyatukan berbagai etnis yang berbeda agar dapat hidup berdampingan tanpa konflik. Harapannya, keberadaan komite ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.


Ia menambahkan, salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah kegiatan kebudayaan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang. Kegiatan tersebut direncanakan menampilkan berbagai kesenian daerah sebagai upaya mengenalkan kembali budaya tradisional kepada generasi muda.


Grace menilai, saat ini banyak anak-anak dan remaja yang mulai kurang mengenal budaya lokal, seperti tarian daerah maupun permainan tradisional yang dahulu akrab dalam kehidupan masyarakat.


"Melalui kegiatan kebudayaan, kami ingin menumbuhkan kembali rasa nasionalisme generasi muda. Banyak anak-anak sekarang yang tidak lagi mengenal tari daerah atau permainan tradisional seperti dakon, padahal itu bagian dari budaya kita,” katanya.


Grace juga menegaskan bahwa komite ini terbuka bagi siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap persatuan bangsa serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.


"Kami terbuka bagi siapa saja yang peduli pada persatuan Indonesia. Bagi kami, NKRI adalah harga mati dan Pancasila menjadi dasar yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.


Selain sebagai ruang silaturahmi antar-etnis, komite tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah tokoh masyarakat lintas suku dan etnis mengikuti pertemuan pembentukan Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara di Surabaya, Minggu (8/2/2026).
Sejumlah tokoh masyarakat lintas suku dan etnis mengikuti pertemuan pembentukan Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara di Surabaya, Minggu (8/2/2026).(Foto: Div)

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara. Ia menilai kehadiran organisasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat terhadap terciptanya kehidupan yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan.


Menurut Yordan, keberagaman suku dan etnis di Indonesia merupakan kekuatan yang dapat menjadi modal besar dalam membangun bangsa.


"Kami menyambut baik terbentuknya komite ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan suasana yang damai, guyub, serta bersatu untuk saling bersinergi. Perbedaan bukan kelemahan, tetapi keunggulan yang harus dikelola dengan baik. Jika dapat dikomunikasikan dengan tepat, keberagaman ini bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.


Ia menambahkan, perbedaan latar belakang suku dan etnis seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekayaan yang dapat memperkuat persatuan nasional.


"Keberagaman harus dimaknai sebagai kekuatan bersama untuk mendorong kemajuan Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia,” pungkasnya.


Yordan berharap komite tersebut mampu menjalankan berbagai kegiatan positif yang tidak hanya mempererat hubungan antar-etnis, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya