top of page

Wujudkan ODF 2024, Dinkes Jatim Launching 15 Buku STBM

BLITAR - analisapost.com | Untuk mewujudkan Jawa Timur Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan pada tahun 2024, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI. bersama Walikota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd melaunching buku 15 cerita praktik baik penerapan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), pada Rabu, (31/05) bertempat di Kota Blitar.

Kadinkes Jatim, Dr. Erwin saat pelaunchingan buku (Foto: Istimewa)

Kadinkes Jatim, Dr. Erwin menjelaskan bahwa pelaunchingan buku ini merupakan kerjasama antara Dinkes Jatim dengan BKPM Unair dan UNICEF sebagai salah satu upaya merekapitulasi cerita-cerita kesuksesan kabupaten/kota untuk mencapai ODF di daerahnya.


"Cerita-cerita kesuksesan tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi 14 kabupaten/ kota yang belum ODF agar bisa segera mencapai ODF pada tahun ini." ujar Dr. Erwin saat ditemui pada acara Pertemuan Penguatan Kapasitas Penyehatan Lingkungan yang digelar mulai 30 Mei - 1 Juni di Blitar.


Berdasarkan data laporan bulanan STBM Dinkes Jatim per 15 Mei 2023, menunjukkan bahwa sebanyak 2,94% masyarakat Jawa Timur masih buang air sembarangan.


"Oleh karena itu perilaku buang air besar sembarangan harus segera kita tuntaskan, karena perilaku tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka infeksi dari penyakit yang ditularkan melalui air." ungkap Dr. Erwin


Lanjutnya, dengan ODF 100% di Jawa Timur, kita harapkan akses sanitasi maupun akses air minum betul-betul dipastikan 100% layak dan aman agar tercipta lingkungan dan generasi yang sehat.


Dr. Erwin berpesan bagi kabupaten/ kota yang belum ODF, agar memperkuat komitmen, kolaborasi dan anggaran.


"Hal ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh dinas kesehatan, kita membutuhkan kolaborasi dengan perangkat daerah lain, misal dalam pembangunan jamban, lalu berkolaborasi dengan kominfo untuk membantu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi atau meniadakan budaya buang air besar sembarangan." jelas Dr. Erwin


Begitu pula dengan anggaran, anggaran itu bukan hanya berasal dari pemerintah saja tapi juga aspek non pemerintah misalkan bantuan dari baznas, dana desa, CSR dan lembaga-lembaga masyarakat yang mungkin bisa berkontribusi dalam menyukseskan ODF.


Namun, untuk kabupaten/kota yang sudah ODF, langkah selanjutnya adalah mendorong kabupaten/ kota untuk mencapai keseluruhan 5 pilar STBM antara lain pertama, stop buang air besar sembarangan.


Kedua, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Ketiga, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga.


Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga. Dan yang kelima, Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.


"Dari 38 kabupaten/ kota di Jawa Timur, baru Kota Madiun yang sudah mencapai 5 pilar STBM. Kita harapkan 24 kabupaten/ kota yang sudah ODF, segera bergeser untuk mencapai 4 pilar STBM lainnya. Sedangkan untuk 14 kabupaten/kota lainnya segera ODF tahun ini." jelas Dr. Erwin.


Jadi, bukan hanya ODF atau bebas buang air besar saja, tapi akses air dan pengolahan limbah serta pengelolaan sampah rumah tangga itu betul-betul higienis agar terwujud kesehatan lingkungan sesuai dengan standar yang ditetapkan.


Dr. Erwin menambahkan bahwa Kota Blitar dipilih sebagai lokus pertemuan karena merupakan salah satu kabupaten/kota yang sudah ODF dan pemerintahnya memiliki komitmen yang kuat dalam pencapaian 5 pilar STBM.


"Selain itu, jika dikaitkan dengan hari lahirnya Pancasila, Blitar ini merupakan tempat lahirnya Proklamator Bung Karno. Harapannya, semangat Bung Karno bisa menular kepada kabupaten/ kota yang lain, khususnya 14 kabupaten/kota yang masih belum ODF untuk bisa segera mencapai ODF." tutur Dr. Erwin.


Terakhir, Dr. Erwin berpesan bahwa masyarakat sehat itu sebagai landasan bangsa yang kuat, dan untuk menjadi sehat dimulai dari kita.(*)

68 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page