YKMS Mengajak Gerakan Tanam Serentak Dengan Metode Vertikultur Di 11 Kota
- analisapost

- 30 Jan 2022
- 2 menit membaca
Diperbarui: 27 Feb 2022
SURABAYA - analisapost.com | Mencari lahan untuk penghijuan di kota besar seperti Surabaya, sangatlah sulit. Karena banyak tanah kosong difungsikan menjadi bangunan hingga perumahan. Minggu (30/01/22)

Padahal dijaman modern ini sangat dibutuhkan udara segar yang jauh dari polusi. Oleh karena itu, maka dibutuhkan ruang kosong untuk berbagai tanaman.
Susahnya mencari tempat tersebut maka YKMS bersama Universitas PGRI Adi Buana, jl.Dukuh Mananggal no 12 Kec.Gayungan Surabaya membuat gerakan tanam serentak menggunakan motode vertikultur senusantara secara online dan offline.
Kegiatan yang di gelar dihalaman belakang UNIPA hari minggu 30/1/22. Hadir dari organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT), perwakilan dari Cak dan Ning dan beberapa media patner salah satunya Analisa Post dalam acara tersebut.

11 kota meliputi Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Bangkalan, Gresik, Sumenep, Sumedang, Nganjuk, Pacitan, Yogyakarta, Jakarta, Jember, Bali, Magelang, Makassar, Karanganyar, hingga Ambon menyambut kegiatan ini dengan antusias.
Menurut Ketua YKMS (Yayasan Karya Muda Sejahtera) Arief Prayogo,S.sos mengatakan,"Dikota besar seperti Surabaya sangat sulit kita mendapatkan lahan yang luas untuk bercocok tanam. Oleh sebab itulah kami ingin mengedukasi dan menginspirasi warga perkotaan agar mau bertanam menggunakan media vertikultur." Ujarnya kepada awak media Analisa Post.
"Dengan diselenggarakannya kegiatan seperti ini kami mengajak masyarakat perkotaan untuk bisa memanfaatkan lahan sela untuk bertanam. Selain akan ada sirkulasi udara yang masuk. Juga dapat menjadi ketahanan pangan untuk keluarga". Paparnya menjelaskan.
Selain melakukan kegiatan tanam serentak, YKMS juga mengadakan pelatihan membuat pot verti, menanamnya, hingga memanennya.

Hal senada juga disampaikan Kaprodi Pendidikan Seni Rupa Unipa Tantra Sakre, S.sn, M.pd menyampaikan, "Ketika pertama kali diajak kolaborasi dari teman-teman YKMS, ACT dan MRI. Saya sangat mendukung. Saya merasa bahwa program ini sangat bagus meskipun tidak ada hubungannya secara langsung dengan dunia seni rupa." Ceritanya saat di konfirmasi.
"Dalam hal ini kami tidak bisa memberikan sesuatu, tetapi teman-teman kami bisa memberikan nilai estetika kepada pot verti". Paparnya.
Harapannya kegiatan tanam serentak menggunakan pot verti ini, bisa menjadi pilot project untuk dikembangkan warga sekitar lingkungan kampus termasuk warga Surabaya khususnya.
Hilmi, sebagai koordinator dari Cak dan Ning, Dona dan ning Amelia mengatakan bahwa,"Kegiatan ini sangat postif kalau bisa dilaksanakan secara rutin. Dan kami siap mensuport" ujarnya serentak.(Che)





Komentar