4 Tokoh Peraih Hadiah Nobel Tutup Usia Di Tanggal Yang Sama


Hadiah Nobel kerap disebut sebagai penghargaan paling bergengsi di dunia. Hadiah Nobel ini dianugerahkan setiap tahun kepada siapapun yang telah melakukan kontribusi luar biasa kepada masyarakat dunia di bidang ilmu pengetahuan yang meliputi fisika, kimia, fisiologi / kedokteran, perdamaian, sastra, & ekonomi. Penghargaan ini diberikan oleh Komite Nobel di Swedia pada tanggal 10 Desember setiap tahunnya untuk mengenang wafatnya Alfred Nobel.

JIka Alfred Nobel dikenang sebagai inisiator penghargaan ilmu pengetahuan di tanggal kematiannya, maka kali ini kita akan mengulas peraih Hadiah Nobel yang diluar dugaan wafat ditanggal yang sama. Siapakah mereka itu ???


1. Jean Baptiste Perrin

Jean Baptiste Perrin tutup usia pada umur 71 tahun pada 17 April 1942. Ia adalah ilmuwan peraih Hadiah Nobel di bidang Fisika tahun 1926 atas penemuannya tentang keseimbangan sedimentasi dalam bentuk partikel koloid. Pada koloid encer, keseimbangan sedimentasi dijelaskan menggunakan hukum distribusi Laplace-Perrin:


Pada tahun 1908, Jean Baptiste Perrin dapat membuktikan keberadaan fisik molekul melalui eksperimennya. Hasil eksperimennya itu menyebutkan bahwa partikel-partikel yang tercampur ke dalam cairan tidak semuanya tenggelam ke dasar tetapi juga menyebar ke seluruh bagian cairan itu sendiri. Eksperimennya itu juga memperkuat teori Albert Einstein terkait gerak Brown bahwa gerakan acak partikel kecil dalam cairan disebabkan oleh tumbukan antara partikel dan molekul dalam cairan itu sendiri.


2. Carl Peter Henrik Dam

Carl Peter Henrik Dam tutup usia pada umur 81 tahun pada 17 April 1976. Ia adalah ahli biokimia & fisiologi penemu vitamin K. Awal penemuan vitamin K terjadi ketika Henrik Dam melakukan eksperimen pada ayam yang diberi pakan rendah lemak. Ia mencatat bahwa ayam tersebut mengalami pendarahan yang membutuhkan waktu lama untuk berhenti. Pada tahun 1934 ia menunjukkan bahwa penambahan biji rami menetralkan perdarahan & menyimpulkan bahwa biji mengandung zat (vitamin K) yang dibutuhkan darah untuk mengental. Pengetahuan ini menjadi sangat penting dalam mengobati perdarahan pada anak kecil.


Vitamin K yang berfungsi untuk membekukan darah saat terjadi proses pemulihan luka terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

  1. Vitamin K1 (phylloquinone) yang banyak ditemukan pada sayuran hijau

  2. Vitamin K2 (menaquinone) yang banyak ditemukan pada produk hewani


Atas penemuan vitamin K ini, Carl Peter Henrik Dam dianugrahi penghargaan Hadiah Nobel di bidang Fisiologi / Kedokteran tahun 1943. Hadiah Nobel itu dibagi rata dengan Edward Adelbert Doisy yang merupakan ilmuwan yang berhasil menemukan sifat kimia dari vitamin K.


3. Roger Wolcott Sperry

Roger Wolcott Sperry tutup usia pada umur 81 tahun pada 17 April 1994. Ia adalah psikolog & ahli biologi penerima Hadiah Nobel di bidang Fisiologi / Kedokteran tahun 1981 atas penelitian Split-Brain. Pada tahun 1960-an, Roger Wolcott Sperry mempelajari fungsi bagian otak kanan dan kiri dengan memeriksa pasien epilepsi yang saraf penghubung antar belahan otak (Comisura Callosal) telah terputus. Terputusnya Comisura Callosal mengganggu transfer informasi antara otak kanan dan kiri (interhemispheric). Kondisi seperti ini dikenal dengan nama Callosal Disconnection syndrome (CDS).


Pada hasil eksperimennya itu, Roger Wolcott Sperry mengungkapkan bahwa otak manusia terdiri atas 2 bagian (kiri & kanan), sisi itu dapat berfungsi praktis tanpa bergantung satu sama lain & memiliki fungsi yang terspesialisasi satu sama lain, yaitu:

  • Belahan otak kiri lebih dominan ke pemikiran abstrak, analitis, perhitungan & kemampuan linguistik.

  • Belahan kanan lebih dominan untuk memahami pola spasial & suara kompleks seperti musik.

4. Gabriel José de la Concordia García Márquez

Gabriel García Márquez tutup usia pada umur tahun 86 pada 17 April 2014. Ia adalah jurnalis & penulis peraih Hadiah Nobel di bidang Sastra tahun 1982. Dia adalah salah satu penafsir terkemuka realisme magis dalam sastra, sebuah genre di mana narasi kerangka diatur dalam tempat dan waktu yang nyata, tetapi elemen supernatural dan seperti mimpi adalah bagian dari penggambaran.


Terobosan internasionalnya datang dari novel berjudul Cien años de soledad (Seratus Tahun Kesunyian) yang terbit pada 1967. Novel El otoño del patriarca yang (Musim Gugur Sang Patriark) terbit pada tahun 1975 & El amor en los tiempos del colera (Cinta di Saat Kolera) yang terbit pada 1985 mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penulis Amerika Latin terbesar sepanjang masa.

Meskipun ke-empat tokoh peraih Hadiah Nobel wafat pada tahun yang berbeda, persamaannya ditemukan pada tanggal dan bulan kematian mereka, yaitu 17 April. Meskipun mereka memiliki latar belakang yang berbeda, tujuan mereka tetap sama yaitu berkontribusi untuk masyarakat dunia di bidang ilmu pengetahuan. Untuk mengetahui sejarah lainnya yang terjadi pada 17 April dari waktu ke waktu, terangkum pada link berikut: https://www.youtube.com/shorts/_23elb5Q0d8



Gerakan Sadar Sejarah

Respect The Past - Create The Future

Penulis : Ns. PanjiKu

2.427 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua