top of page

Adaptasi dari Film Korea "Panggil Aku Ayah" Angkat Arti Sebuah Keluarga

Diperbarui: 4 Agu

SURABAYA - analisapost.com | "Panggil Aku Ayah" merupakan adaptasi dari film Korea "Pawn" (2020) siap tayang di jaringan bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Agustus 2025. Film produksi Visinema Studios ini merilis trailer lanjutan yang menggambarkan dinamika emosi antara tokoh utama Mang Dedi (diperankan oleh Ringgo Agus Rahman) dan Intan, yang diperankan oleh Myesha Lin saat kecil dan Tissa Biani ketika dewasa.

Panggil Aku Ayah" Angkat Arti Sebuah Keluarga
Panggil Aku Ayah, Angkat Arti Sebuah Keluarga (Foto: Div)

Awalnya dianggap sebagai beban, kehadiran Intan justru membuka hati kedua pria tersebut. Hubungan yang semula kaku dan canggung perlahan berubah menjadi kedekatan yang penuh makna, memperlihatkan bahwa keluarga bisa terbentuk dari siapa saja, bukan semata dari garis keturunan.


Meski mengadaptasi cerita Korea, versi Indonesia hadir dengan nuansa lokal yang kental. Mulai dari dialek Sunda, humor khas sehari-hari, hingga latar pedesaan Sukabumi, semua diolah menjadi kekuatan cerita yang terasa lebih membumi dan relevan bagi penonton Indonesia.


Sinopsis Singkat


Ceritanya berpusat pada dua penagih utang Dedi dan Tatang, tak pernah akrab dengan dunia anak-anak. Hidup mereka keras, tanpa ruang untuk empati. Suatu hari, mereka terpaksa membawa pulang seorang anak kecil bernama Intan, yang dijadikan jaminan oleh ibunya karena tak mampu membayar utang.


Hari-hari pertama diwarnai kecanggungan. Namun perlahan, kepolosan Intan mulai meluluhkan hati Dedi dan Tatang. Dari momen-momen kecil hingga peristiwa besar yang menggugah emosi, keduanya mulai belajar arti memiliki dan menjadi keluarga.

Panggil Aku Ayah menyuguhkan pengalaman sinematik yang menggugah dan menyembuhkan, dengan pesan (Foto: Div)
Panggil Aku Ayah menyuguhkan pengalaman sinematik yang menggugah dan menyembuhkan, dengan pesan (Foto: Div)

Meski tidak memiliki hubungan darah, kisah Mang Dedi dan Intan tumbuh menjadi cerita keluarga yang hangat dan menyentuh. Bersamaan dengan trailer, poster kedua film ini juga dirilis, menampilkan potret keluarga yang memperlihatkan kedekatan emosional antara Rossa (diperankan Sita Nursanti) dan Intan dewasa.


Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan, diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta melibatkan Justin Kim dari CJ ENM, menjadikannya bagian dari kolaborasi strategis antara industri film Indonesia dan Korea Selatan.


Sebelum resmi dirilis, special screening "Panggil Aku Ayah" digelar serentak di 25 kota di Indonesia pada Minggu, 3 Agustus 2025. Beberapa kota yang masuk dalam daftar antara lain Jakarta, Tangerang, Bogor, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Surabaya, Lampung, Makassar, Pontianak, hingga Ambon.


Lebih dari sekadar film hiburan, "Panggil Aku Ayah" menyuguhkan pengalaman sinematik yang menggugah dan menyembuhkan, dengan pesan bahwa keluarga tidak selalu harus terikat oleh darah.


Pemain "Panggil Aku Ayah"

Film ini diperkuat oleh para aktor dan aktris berbakat yang berhasil menghidupkan karakter-karakternya secara emosional:

  • Ringgo Agus Rahman sebagai Dedi Kosasih

  • Boris Bokir sebagai Tatang Suratang

  • Myesha Lin sebagai Intan kecil

  • Tissa Biani sebagai Intan dewasa

  • Sita Nursanti sebagai Rossa, ibu Intan

Panggil Aku Ayah menyuguhkan pengalaman sinematik yang menggugah dan menyembuhkan, dengan pesan
Panggil Aku Ayah menyuguhkan pengalaman sinematik yang menggugah dan menyembuhkan, dengan pesan (Foto: Div)

Fakta Menarik di Balik Film "Panggil Aku Ayah"

  1. Kolaborasi Visinema x CJ ENM

    Kerja sama antara Visinema Studios dan CJ ENM dari Korea Selatan menjadikan film ini adaptasi yang istimewa, dengan sentuhan budaya lokal yang kuat namun tetap setia pada jiwa cerita aslinya.

  2. Sentuhan Sutradara Benni Setiawan

    Benni Setiawan berhasil menghidupkan cerita dengan pendekatan yang hangat, membuat penonton merasa dekat secara emosional dengan para tokohnya.

  3. Nuansa Sunda yang Kental

    Logat, humor, hingga setting desa Sukabumi memberikan warna khas Indonesia yang membedakan film ini dari versi aslinya.

  4. Soundtrack Emosional 'Tegar'

    Lagu legendaris "Tegar" yang dipopulerkan Rossa diaransemen ulang sebagai soundtrack film ini, dibawakan oleh duet Tissa Biani dan Sita Nursanti, menghadirkan nuansa emosional yang mendalam dan menyatu dengan cerita.(Che/Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya