top of page

Akibat Lemparan Kayu, Kepala Bocah SDN Jombang Robek

JOMBANG - analisapost.com | Seorang siswa kelas satu SDN Genenganjasem Jombang mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan kayu oleh temannya saat bermain, Senin (25/9/23). Siswa berinisial AASR (7) dibawa ke Klinik Tri Cipto Waluyo oleh walikelasnya yang tak jauh dari sekolah guna mendapatkan pertolongan medis.

Seorang siswa kelas satu SDN Genenganjasem Jombang mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan kayu oleh temannya saat bermain
Bocah SDN Genenganjasem Jombang mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan kayu oleh temannya saat bermain (Foto: Istimewa)

Ibu korban merasa kesal melihat kondisi anaknya yang mengalami luka saat di beritahu guru wali kelasnya dan orang tua dari pelaku dinyatakan tidak apa-apa. Akhirnya ibu korban kembali membawa putranya ke Klinik yang sama untuk memastikan dan kaget karena kepalanya mengalami robek dan harus di jahit.


Ibu Korban, berinisial NA (25) menceritakan, peristiwa itu bermula saat anaknya bermain kresek sendiri di belakang sekolah, tiba-tiba ada teman kelasnya inisial KK (7) main lempar-lemparan akhirnya melemparinya dengan kayu hingga AASR mengalami luka robek di bagian kepalanya. Teman-temannya yang mengetahui hal tersebut, segera melaporkan ke guru walikelas berinisial Y.


"Setelah anak saya di obati, orang tua dari KK datang dan bilang, ngak apa-apa kok kan bercanda aja namanya anak-anak. Setelah bilang seperti itu, ibu KK pergi sambil memberikan uang Rp. 50.000 ke anak saya dan saya tidak tau maksudnya apa memberikan uang tersebut. Kalau saya lihat, pasti tidak saya terima. Tetapi karena saya taunya setelah ibu KK pergi, saya katakan ke anak saya, 50 ribu itu tidak cukup bayar lukamu nak," ujarnya kepada awak media AnalisaPost saat di minta keterangan melalui telpon.


"Wong gurunya diam, dan ibu pelaku bilang itu ngk sengaja karena bercanda. Seharusnya sebagai guru bisa memberitahukan muridnya dan memperhatikan. Walaupun CCTV ada di halaman sekolah, tapi kan ngk bisa melihat murid-muridnya yang sedang bermain di belakang sekolah karena tidak ada CCTV yang mantau," ungkapnya.


"Saya kesal karena yang salah kok di bilang bercanda. Kalau sudah seperti ini, kita sebagai orang tua yang repot. Jangan karena kami dari orang kecil yang tidak mampu, dia anggap biasa masalah ini," jelasnya dengan nada kecewa.


Wanita muda yang ditinggal bekerja oleh suaminya di Timor Leste, Ia menyayangkan peristiwa yang menimpa anaknya. Sementara Kepala sekolah tidak mengatakan apapun kendati ada unsur ketidak sengajaan.


"Ini pelajaran bagi semua guru-guru agar memperhatikan murid-muridnya tanpa memandang mereka orang berada atau tidak," tutupnya mengakhiri. Hingga berita ini di turunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak sekolah. (Team)


Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com

224 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

تعليقات


bottom of page